Pameran Mahasiswa Arsitektur UPGRIS, Usung Visi Bangunan Hijau Untuk Masa Depan

Visi bangunan hijau, termasuk juga dari sisi arsitekturnya untuk masa depan terus dipikirkan Prodi Arsitektur Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).

Pameran Mahasiswa Arsitektur UPGRIS, Usung Visi Bangunan Hijau Untuk Masa Depan
ISTIMEWA
Dekan Fakultas Teknik dan Informatika UPGRIS Slamet Supriyadi mendampingi Rektor UPGRIS Dr Muhdi menyaksikan karya tiga dimensi bangunan hijau dalam pameran karya mahasiswa Prodi Arsitektur di Gedung Pusat UPGRIS Kota Semarang, Rabu (3/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Visi bangunan hijau, termasuk juga dari sisi arsitekturnya untuk masa depan terus dipikirkan Prodi Arsitektur Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).

Hal itu tercermin pula melalui pameran tugas akhir mahasiswa Arsitektur UPGRIS, yang menampilkan beragam bangunan bervisi green architecture dan green building di Gedung Pusat UPGRIS Kota Semarang, Rabu (3/4/2019).

Slamet Supriyadi, Dekan Fakultas Teknik dan Informatika UPGRIS mengatakan, visi arsitektur dan bangunan hijau merupakan visi yang perlu dipegang para mahasiswa.

Sesuai arahan Kemenristekdikti RI, karya mahasiswa adalah karya inovatif yang harapannya berguna, dapat dipakai di tengah-tengah masyarakat.

"Gedung yang berkonsep bangunan hijau di masa depan akan terus hadir, karena menggabungkan bangunan dan pepohonan," ujarnya.

Menurutnya pameran ini dilakukan sejak Senin (1/4/2019) dan berakhir Kamis (4/4/2019).

Menurut Supriyadi, permasalahan saat ini adalah kebanyakan karya mahasiswa dan dosen hanya menumpuk kepada sekadar laporan.

"Sehingga ke depan, tak hanya dari aspek Iptek dan sains, tapi penerapan arsitektur hijau bisa maksimal kepada masyarakat," paparnya.

Supriyadi pun berharap karya yang dibuat mahasiswa Arsitektur UPGRIS menjadi bagian kontribusi kampus terhadap perkembangan perencanaan bangunan di masa depan.

"Sehingga di dalam karyanya akan ada aspek penghijauan. Prinsip bangunannya adalah ramah lingkungan dan pemakaian sumber daya alam," urainya.

Rektor UPGRIS, Dr Muhdi mengapresiasi karya mahasiswa arsitektur tersebut.

Ada enam karya yang dipamerkan.

"Sifatnya tak sekadar diujikan, tapi divisualisasikan dalam bentuk 3D seperti ini," ujarnya.

Menurut Muhdi, melalui karya yang divisualisasikan menjadi karya 3 dimensi itu menunjukkan keberanian mereka mengemban standar yang bisa dipertanggungjawabkan. (Akbar Hari Mukti)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved