Destinasi Pati, Agrowisata Jollong Suguhkan Panorama Gunung dan Kesegaran Hawa Perkebunan

Terletak di Pantura Jawa Tengah bagian timur, ada destinasi Agro Wisata Jollong di Kabupaten Pati.

Destinasi Pati, Agrowisata Jollong Suguhkan Panorama Gunung dan Kesegaran Hawa Perkebunan
TRIBUN JATENG/WILUJENG PUSPITA D
Panorama Agro Wisata Jollong, salah satu destinasi Pati, Jawa Tengah, Kamis (4/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Terletak di Pantura Jawa Tengah bagian timur, ada destinasi wisata pegunungan di  Kabupaten Pati.

Destinasi tersebut adalah Agro Wisata Jollong.

Wisata pegunungan satu-satunya di Pati ini terletak di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong.

Berada di ketinggian 700-900 meter dpl, pengunjung bisa menikmati nuansa pegunungan dan pedesaan yang khas dengan perkebunannya.

Taman selfie juga disediakan oleh pihak pengelola, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX agar pengunjung bisa berfoto dan beristirahat.

Sembari menikmati pemandangan kebun kopi, jeruk, buah naga, dan yang tidak kalah menariknya adalah sunset!

Tak hanya taman payung dan lampion yang instagramable, wahana permainan seperti flying fox juga tersedia.

Untuk bisa menikmati nuansa pegunungan dan sunset, jarak yang harus ditempuh dari pusat kota Pati kurang lebih 20 kilometer.

Pemandangan kebun kopi di sebelah kanan dan kiri menjadi ciri khas bahwa pengunjung akan segera sampai.

Wilayah ini memang merupakan sentra penghasil kopi di Pati.

"Perkebunan yang dikelola PTPN IX ini merupakan kawasan perkebunan kopi yang dibangun pada masa penjajahan kolonial Belanda. Sampai sekarang masih dikelola dengan baik, bahkan selalu berkembang," ungkap Nurdianto Wakil Kepala Manager Perkebunan Jollong kepada Tribunjateng.com, Kamis (4/4/2019).

Memiliki lahan seluas 530 ha, pihak pengelola juga menyediakan kereta wisata bagi pengunjung yang ingin berkeliling.

Biaya sewa satu kereta berkapasitas 12 orang dibanderol Rp 150.000 untuk jarak 4 km dan Rp 250.000 untuk jarak 5 km.

"Satu kereta ini bisa berisi 12 orang. Kalau penuh, per orang hanya dikenakan biaya sekitar Rp 15.000," lanjut Nurdianto.

Pada 2018, akses menuju Jollong sempat dikeluhkan banyak pengunjung.

Sekarang Pemkab Pati dan PTPN IX telah membangun akses jalan yang mudah dan layak.

"Tahun lalu sempat kapok ke Jollong karena jalannya berlubang. Setelah tahu jalannya sudah dibangun, saya berkunjung ke sini lagi, ketagihan. Pakai motor sendiri berani," ungkap seorang pengunjung, Feni Nukita.(tribunjateng.com/wilujeng puspita dewi)

Penulis: Wilujeng Puspita
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved