Mahasiswa UMK Diperbantukan di KPU Kudus, Fokus Input Data Hasil Penghitungan Suara Pemilu

KPU Kabupaten Kudus menggandeng Universitas Muria Kudus (UMK) untuk proses input perolehan suara Pemilu 2019.

Mahasiswa UMK Diperbantukan di KPU Kudus, Fokus Input Data Hasil Penghitungan Suara Pemilu
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Jabat tangan antara Rektor UMK Suparnyo (kiri) dan Ketua KPU Kudus Naily Syarifah (kanan) seusai tanda tangan kerja sama di Kantor KPU Kudus, Jumat (5/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - KPU Kabupaten Kudus menggandeng Universitas Muria Kudus (UMK) untuk proses input perolehan suara Pemilu 2019.

Hal itu dilakukan karena KPU masih kekurangan personel untuk tersebut.

Ketua KPU Kabupaten Kudus Naily Syarifah mengatakan, karena ada lima jenis yang harus dihitung, pihaknya membutuhkan tambahan personel.

"Kalau hanya KPU yang melakukannya, kami tidak mampu. Karenanya kami butuh bantuan dari pihak luar. Kami pilih mahasiswa," kata Naily, Jumat (5/4/2019).

Dalam input perolehan suara, kata Naily, dibutuhkan sekitar 20 mahasiswa.

Sebelumnya mereka akan mendapat pelatihan terlebih dahulu terkait sistem yang digunakan, yaitu aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng).

Rencananya, pada 10 April 2019 mereka akan dilibatkan karena sudah ada uji coba aplikasi Situng secara nasional.

Sehingga 20 mahasiswa tersebut bisa mengetahui secara langsung proses input data dalam Situng.

Tentu ada beberapa hal yang disepakati dalam kerja sama tersebut, seperti mahasiswa yang ikut tidak boleh memiliki afiliasi dengan parpol atau partisipan pemilu hingga komitmen menjaga kerahasiaan hasil.

"Syarat tersebut mutlak diperlukan. Jadi memang harus selektif dan itu sudah tertuang dalam kerja sama," katanya.

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved