Public Relation di Era Revolusi Industri 4.0

Humas atau Public Relation (PR) adalah corongnya suatu organisasi untuk mengelola penyebaran informasi antara individu atau organisasi dan masyarakat.

Public Relation di Era Revolusi Industri 4.0
GettyImages
Ilustrasi public relation 

Oleh Nana Noviada K SE MM, Dosen Manajemen Universitas Nasional Karangturi Semarang, PR dan CSR OIC Corporate Yayasan Kesehatan Telogorejo

MASIH teringat di benak saya. Di tahun 1970-an, setiap ada pertandingan sepakbola, Hubungan Masyarakat (Humas) Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSIS) Semarang saat itu (kebetulan adalah Ayah saya, alm Prof Drs Dirham) menyewa bemo yang ada sound sistemnya untuk berputar-putar di jalan-jalan kota Semarang. Tujannya agar masyarakat mengetahui bahwa ada pertandingan sepak bola di Stadion Diponegoro Semarang.

Namun kini, di era teknologi digital, Humas tidak perlu keliling untuk menyampaikan informasi suatu kegiatan atau pelayanan suatu organiasasi. Melalui media sosial, sekali kirim jutaan orang akan menerima pesan tersebut dalam hitungan detik.

Nana Noviada K, S.E., M.M.
Dosen Manajemen Universitas Nasional Karangturi Semarang
Nana Noviada K, S.E., M.M. Dosen Manajemen Universitas Nasional Karangturi Semarang (IST)

Hal inilah yang saat ini telah dilakukan oleh banyak Public Relation (PR) di perusahaan atau organisasi melalui media sosial (grup WhatsApp, Facebook, Instagram, YouTube, Twitter).

Humas atau Public Relation (PR) adalah corongnya suatu organisasi untuk mengelola penyebaran informasi antara individu atau organisasi dan masyarakat.

Selain itu kegiatan PR ini juga dikatakan sebagai sebuah usaha untuk membangun dan mempertahankan reputasi, citra dan komunikasi yang baik dan bermanfaat antara organisasi dan masyarakat.

Apabila ada suatu kegiatan, masyarakat tidak akan tahu bila tidak ada informasi dari Public Relation terkait. Untuk itu Publik Relation memiliki tugas yang sangat penting dalam sebuah organisasi.

Persepsi lama, bahwa PR hanya berfungsi sebagai hubungan media, membuat klipping, protokoler serta publikasi di media konvensional semata haruslah kita tinggalkan.

Sekarang, profesi ini dituntut memiliki keahlian yang lebih kompleks. Seorang staf PR kini dituntut untuk memanfaatkan teknologi semaksimal mungkin di era Revolusi Industri 4.0.

Dalam perkembangannya, terdapat empat tahapan era Humas:

  1. Humas 1.0 adalah era di mana praktisi humas harus menjalankan tugasnya secara tradisional. Inilah era di mana humas harus melakukan monitoring secara manual setiap harinya. Bagi yang lahir di era 1960-1970-an, tentu pernah mengalami hal ini. Media cetak, seperti koran, majalah, hingga televisi masih menjadi andalan.
  2. Humas 2.0 adalah era kelahiran media online. Media seperti New York Times, The Economist, Kompas, hingga Tempo beralih ke platfrom digital. Arus informasi lalu-lalang karena awak media bisa membuat berita kapan saja, di mana saja, dan tentang apa pun. Jika di era. Humas 1.0, wartawan terpaku dengan deadline di sore hari, kini setiap waktu adalah deadline.
  3. Humas 3.0 adalah era di mana media sosial menjadi media yang dipercaya masyarakat. Jika dulu hanya wartawan yang bisa membuat berita, kini berubah. Siapa pun bisa mengunggah berita. Medium seperti Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, hingga blog menjadi digital platform. Humas bukan hanya memonitor media –offline dan online, melainkan juga media sosial. Berita baik dan buruk bisa datang kapan saja, oleh siapa saja.
  4. Humas 4.0 adalah era di mana Artificial Intelligent (AI) dan era big data hadir. Dampak dari fenomena ini belum terasa saat ini. Namun, kenyataannya robot sudah mampu menulis artikel di media dan membantu menulis, mencari bahan, atau apapun.

Universitas Nasional Karangturi (UNKARTUR) melalui Program Manajemen turut membekali mahasiswanya agar mampu menjadi seorang Praktisi Humas 4.0 yang kompeten di era Revolusi Indistri 4.0 ini.

Hal ini dimanifestasikan melalui rancangan kurikulum mata kuliah dan juga seminar serta pelatihan pemanfaatan teknologi digital terkait humas yang keseluruhannya didesain untuk dapat menunjang kompetensi mahasiswa, agar semakin memperbesar peluang kerja dan dapat menempati posisi strategis di perusahaan sebagai seorang praktisi kehumasan. (*)

Informasi lebih lanjut hubungi UNKARTUR : +62 811 2710 322

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved