Tidak Ada Prajurit Membawa Buku Putih Saat Ditanya Panglima TNI, Ternyata Ini Pentingnya Buku Itu

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menginstruksikan jajaran Bhabinkamtibmas tidak arogan dalam pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu 2019.

Tidak Ada Prajurit Membawa Buku Putih Saat Ditanya Panglima TNI, Ternyata Ini Pentingnya Buku Itu
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima Marsekal TNI Hadi mengecek kesiapan pasukan Kesiapsiagaan Pengamanan Pilpres dan Pileg 2019 di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (5/4/2019). 

Aksi itu berjalan mulus.

Bripda Raras, mampu mengendalikan laju moge tanpa kesulitan.

Tak jauh beda dengan pesan Kapolri, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengingatkan netralitas prajurit dalam Pemilu 2019.

Marsekal Hadi meminta para pasukan menunjukkan buku putih.

"Ada yang bawa buku putih panduan?" tanya dia.

Rupanya kebanyakan prajurit tidak membawa buku yang dimaksud panglima.

Marsekal Hadi mengatakan buku putih itu wajib dibawa semua anggota.

"Berisi panduan dan kode etik yang di dalamnya ada yang terkait netralitas. Harus dipahami dan dilakukan," ujar Marsekal Hadi.

Sebagai informasi, TNI dan Polri siap mengamankan proses pemungutan suara pada 17 April 2019.

Polri menyiagakan 23 ribu personel, sedangkan TNI ada 14.150 personel.

Jumlah tersebut hanya untuk pengamanan di wilayah Jawa Tengah. (Daniel Ari Purnomo)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved