1.000 Pengusaha se-Solo Raya Lakukan Flashmob Goyang Jempol Jokowi Gaspol

Sekitar 1.000 pengusaha se-Solo Raya melakukan flashmob goyang jempol dukungan untuk pasangan Joko Widodo-Maruf Amin.

1.000 Pengusaha se-Solo Raya Lakukan Flashmob Goyang Jempol Jokowi Gaspol
Istimewa
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo ajak pengusaha se-Solo Raya menyanyi Indonesia Pusaka di Diamond Convention Center Solo, Sabtu (6/4/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Sekitar 1.000 pengusaha se-Solo Raya melakukan flashmob goyang jempol dukungan untuk pasangan Joko Widodo-Maruf Amin.

Mereka berniat memenangkan pasangan calon presiden nomor urut 1 itu.

Flashmob dipandu dua instruktur perempuan.

Mereka berjoget bareng lagu Meraih Bintang dan Lagi Syantik.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berpesan para pengusaha beserta keluarga tidak golput pada 17 April 2019.

"Saya pesen keluarganya, karyawannya jangan piknik dulu, nyoblos dulu pagi hari. Yang libur ya libur. Jadi datang nyoblos terus silakan kalau mau piknik. Kalau mereka lembur ya suruh mengatur perusahaannya, tapi kan harinya libur," kata Ganjar di Diamond Convention Center Solo, Sabtu (6/4/2019) malam.

Dahulu Jokowi-JK Kalah di Banten, Maruf Amin Klaim Pilpres 2019 Unggul Tipis di Banten

Melihat antusias para pengusaha mendukung Jokowi, Ganjar menyebut target kemenangan 80 persen.

"Wah kalau tidak mencapai 80 persen, ini pak Rudi (Wali Kota Solo) yang tanggungjawab," selorohnya.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo pun menegaskan para pengusaha tak perlu sungkan memantapkan keberpihakan untuk Jokowi-Amin.

"Tidak perlu takut menghadapi Pemilu pada 17 April mendatang. Pemerintah yang menjamin keamanannya bersama TNI-Polri, saya menjamin keamanannya," ucapnya.

Ketua Acara Deklarasi Pengusaha untuk Jokowi-Amin, Lugito berujar semula pihaknya mengundang 350 orang.

"Namun, pengusaha yang mendapat undangan tersebut gethok tular ya. Jadi saling memberi tahu pengusaha lain sehingga jadi sebanyak ini," ujar Lugito.

Dia menyebut para pengusaha yang hadir dari beragam sektor meliputi tekstil, perdagangan hingga pertanian.

Acara deklarasi, sambung Lugito dikemas secara santai alias nonformal.

"Ya santai-santai begini memang nyaman. Tidak perlu teriak-teriak, itu tidak jamannya," imbuh dia. (Daniel Ari Purnomo)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved