Bawaslu Brebes Petakan Wilayah Rawan Konflik saat Pemilu 2019

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Brebes telah memetakan beberapa wilayah yang dianggap rawan selama pelaksanaan Pemilu 2019.

Bawaslu Brebes Petakan Wilayah Rawan Konflik saat Pemilu 2019
Tribunjateng.com/M Nafiul Haris
Seorang warga terlihat sedang melakukan pencoblosan dalam simulasi pemungutan suara oleh KPU Salatiga di Auala Kecamatan Argomulyo sekaligus TPS 1 Kelurahan, Randuacir, Argomulyo, Salatiga, Rabu (3/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Brebes telah memetakan beberapa wilayah yang dianggap rawan selama pelaksanaan Pemilu 2019.

Secara umum, Bawaslu memetakan dua wilayah rawan yaitu Brebes bagian pantura dan bagian selatan.

Ketua Bawaslu Brebes, Wakro mengatakan, wilayah Pantura Brebes dianggap rawan konflik di TPS karena paling banyak terdapat Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Ia mencontohkan, di antaranya beberapa TPS di Kecamatan Bulakamba dan Brebes.

"Di wilayah Pantura memang rawan, terutama yang jumlah TPS-nya banyak seperti di Bulakamba dan Brebes. Wilayah itu juga kan banyak DPT-nya, sehingga rawan terjadi konflik saat pelaksanaan Pemilu," kata Wakro di ruang kerjanya, Senin (8/4/2019).

Modus Baru Money Politics Temuan Bawaslu, Pemilih Memotret Saat Nyoblos, Sistem Pascabayar

Untuk Brebes wilayah selatan, menurutnya, rawan terjadi money politik karena ada beberapa titik yang sulit dijangkau karena letak geografisnya.

Menurut Wakro, kerawanan di wilayah Pantura berbeda dengan kerawanan di wilayah selatan.

Untuk wilayah selatan kerawanan justru dimungkinkan akan terjadi praktik money politik.

Apalagi di saat-saat mendekati pelaksanaan Pemilu dan sebelum memasuki masa tenang.

Namun, pihaknya akan terus melakukan pengawasan, baik kepada tim sukses caleg, maupun tim sukses capres.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved