Ngopi Pagi

Pemilu Sudah Dekat

Karenanya, bagi mereka yang sedang maju dalam persaingan menggaet pemilih, hal ini menjadi sesuatu yang serius, penting, dan harus diperjuangkan!

Pemilu Sudah Dekat
tribunjateng/bram
Moh Anhar wartawan Tribun Jateng ok 

Pemilu Sudah Dekat

MOH ANHAR
WARTAWAN TRIBUN JATENG

PELAKSANAAN Pemilu 2019 tinggal menghitung hari. Momen 17 April sebagai waktu pelaksanaan coblosan pemilihan presiden-wakil presiden, calon anggota legislatif, dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, akan menjadi sejarah baru bagi bangsa Indonesia. Mereka yang terpilih adalah mereka yang memiliki kebijakan menentukan masa depan bangsa ini.

Karenanya, bagi mereka yang sedang maju dalam persaingan menggaet pemilih, hal ini menjadi sesuatu yang serius, penting, dan harus diperjuangkan!

Begitu juga para pendukungnya. Para fans politik ini turut memberi "bumbu" selama proses menjelang Pemilu ini. "Sorak-sorai" kepada figur yang didukung atau "baku hantam" untuk lawan politik begitu mewarnai.

Selama 20 hari, hingga 13 April nanti, sesuai yang dijadwalkan KPU, para peserta pemilu telah memiliki agenda menggalang massa dengan jumlah besar di tempat terbuka dalam proses kampanye.

Ada rasa kebanggaan nasionalisme yang membuncah, manakala memandang ribuan bahkan jutaan manusia memadati arena kampanye. Kita yakin mereka yang berkumpul dalam ajang kampanye ini adalah mereka yang peduli dengan nasib bangsa. Memilih pemimpin untuk periode lima tahun mendatang merupakan keniscayaan bagi negara kita, yang menganut sistem demokrasi melalui Pemilu.

Pemilu menjadi kesempatan kita untuk memilih pemimpin yang mampu menakhodai arah bangsa besar ini. Saat ini, ada pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno. Kepada dua pasangan capres-cawapres ini, bangsa Indonesia menunggu harapan akan kehidupan bernegara yang lebih baik. Dan, melalui Pemilu memilih satu di antaranya.

Yang harus digarisbawahi, ada sisi kelam dalam proses pemilu ini. Beda pilihan menyebabkan komponen bangsa ini terpecah, mudah tersulut emosi, dan saling melempar hujatan. Secara faktual, pemilihan presiden ini akhirnya tak semata memilih figur pemimpin. Masyarakat akar rumput berdebat soal siapa figur yang layak dipilih, bahkan melebar hingga persoalan ideologi dan cara pandang keberagamaan.

Berita kekerasan kepada warga berbeda pilihan belakangan ini di sejumlah tempat kerap bergantian mengisi linimasa portal berita online. Ini membuktikan beda pilihan nyatanya bisa menjadi pemicu bentrok warga. Tokoh politik hingga tokoh agama memiliki peran penting bagaimana menggiring opini masyarakat. Kampanye hitam dan adu domba nampak masih melekat. Dengan adanya hiruk-pikuk seperti ini, kita butuh kedamaian dan keguyuban.

Ini adalah peran kita semua untuk menciptakannya. Yap, kita sebagai warga negara.

Kita tak bisa menolak adanya perbedaan pendapat. Di televisi masa kini, debat beda pendapat justru menjadi sebuah program tontonan dan hiburan. Satu sisi, ini adalah perkembangan yang baik. Mengingat isi otak banyak orang tak bisa disamakan begitu saja. Butuh sebuah sikap kedewasaan menerima pihak lain yang berbeda pendapat. Apalagi berbeda pilihan Pilpres.

Kita semua berharap Pilpres akan lancar, mendapatkan pemimpin yang terbaik, serta kita kembali bersama dalam pelukan Ibu Pertiwi. (*)

Tags
Pemilu
Penulis: moh anhar
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved