Petani Salak Banjarnegara Kian Terpuruk, Harga Jual Tidak Bisa Mencapai Rp 4 Ribu per Kilogram

Petani salak di Kabupaten Banjarnegara mengeluhkan rendahnya harga jual dalam beberapa bulan terakhir ini.

Petani Salak Banjarnegara Kian Terpuruk, Harga Jual Tidak Bisa Mencapai Rp 4 Ribu per Kilogram
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Seorang pekerja di Desa Majatengah Kecamatan Banjarmangu Banjarnegara mengangkut salak hasil panen petani, Senin (8/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Petani salak di Kabupaten Banjarnegara mengeluhkan rendahnya harga jual dalam beberapa bulan terakhir ini.

Saat ini, mestinya petani salak bisa bernafas lega lantaran harga komoditas salak naik.

Musim panen raya rambutan dan mangga telah berakhir. Membanjirnya buah itu kerap memicu harga salak menjadi semakin jatuh di pasaran.

Terlebih, produksi salak saat ini cukup langka.

Biasanya, saat pasokan sedikit, harga salak di tingkat petani maupun pasaran menjadi tinggi atau naik dari harga normal.

Tetapi di saat mangga dan rambutan sudah jarang di pasaran, serta pasokan salak di tingkat petani langka, harga salak tak kunjung naik seperti normalnya.

Karyanto, petani di Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara mengatakan, harga salak di tingkat petani saat ini hanya di kisaran Rp 2.000 hingga Rp 2.500 per kilogram.

"Padahal salaknya langka, tapi harga tetap rendah," katanya.

Dengan harga demikian, petani susah mendapatkan untung.

Terlebih produksi buah saat ini sedang langka.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved