Pilpres 2019

APK Bergambar Jokowi-Maruf Amin di Brebes Dicoret-coret dengan Kata Tak Senonoh

Sejumlah alat peraga kampanye (APK) pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, dicoret-coret oknum tak bertanggungjawab, Selasa

APK Bergambar Jokowi-Maruf Amin di Brebes Dicoret-coret dengan Kata Tak Senonoh
Tribun Jateng/ M Zainal Arifin
Seorang warga menunjukan APK berupa baliho Capres 01 yang dicoret pakai cat semprot, di halaman kantor Bawaslu Brebes, Selasa (9/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Sejumlah alat peraga kampanye (APK) pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, dicoret-coret oknum tak bertanggungjawab, Selasa (9/4/2019).

APK berupa baliho dan spanduk Capres nomor 01 yang dicoret menggunakan cat semprot itu tersebar di beberapa lokasi di Brebes.

Selain bagian wajah pasangan calon yang dicoret, alat peraga Capres nomor 01 itu juga ditulisi PKI dan Banci.

Seorang warga menunjukan APK berupa baliho Capres 01 Jokowi-Maruf Amin yang dicoret pakai cat semprot di halaman kantor Bawaslu Brebes, Selasa (9/4/2019).
Seorang warga menunjukan APK berupa baliho Capres 01 Jokowi-Maruf Amin yang dicoret pakai cat semprot di halaman kantor Bawaslu Brebes, Selasa (9/4/2019). (Tribun Jateng/M Zainal Arifin)

Wakil Ketua PAC PDIP Kecamatan Brebes, Jamal Guntur mengatakan, APK yang dicoret pakai cat semprot ditemukan di Desa Pulosari, Kecamatan Brebes serta sepanjang jalan Brebes-Jatibarang.

Selain itu, di jalan pantura Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, juga ditemukan APK yang mengalami nasib sama.

"Tadi pagi ada kader yang melaporkan kalau banyak APK yang dirusak. Kemudian kita lakukan pengecekan di lapangan dan ternyata benar. Ada baliho bergambar Jokowi yang dicoret-coret di bagian wajah terus ditulisi PKI dan banci," katanya.

Selain APK bergambar Jokowi, ada pula APK milik caleg yang mengalami hal yang sama. Baliho milik caleg PDIP dari Dapil Brebes 1, Waraskah Yanti, dibubuhi tulisan PKI dengan cat semprot warna hitam.

Saat dikonfirmasi, Waraskah Yanti merasa dirugikan dengan perusakan APK tersebut. Apalagi dibubuhi dengan tulisan yang tidak senonoh. Menurutnya ini termasuk salah satu kampanye hitam.

"Jelas ini merugikan kami. Apalagi gambar Capres dicoret-coret dan ditulisi PKI dan banci. Ini jelas kampanye hitam yang menyerang kubu kami," ucapnya.

Waraskah Yanti menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan penyisiran di tempat tempat lain untuk menginventarisir APK yang dirusak. Karena dimungkinkan perusakan ini dilakukan secara masif oleh pihak tertentu.

Kejadian perusakan APK dengan dicoret-coret memakai cat semprot itu telah dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Brebes agar diselesaikan dan ditemukan pelakunya.

Sementara itu, anggota Bawaslu Brebes, Rudi Raharjo mengatakan, terkait laporan tersebut akan segera menindaklanjutinya. Tahap awal laporan akan dipelajari termasuk barang bukti sudah diterima oleh Bawaslu.

"Segera kita tindaklanjuti. Kita akan mintai keterangan pihak pihak pelapor," tuturnya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved