Jalan Raya Paninggaran Pekalongan Kembali Longsor, Hasil Kajian Ada Tiga Mata Air di Bawahnya

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Cipta Karya Jateng akan segera melakukan perbaikan di Jalan Raya Paninggaran Kabupaten Pekalongan.

Jalan Raya Paninggaran Pekalongan Kembali Longsor, Hasil Kajian Ada Tiga Mata Air di Bawahnya
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Pengendara melintasi lokasi titik longsor di Jalan Raya Paninggaran Kabupaten Pekalongan, Selasa (9/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Cipta Karya Jateng akan segera melakukan perbaikan di Jalan Raya Paninggaran Kabupaten Pekalongan.

Guna menangani longsor yang sudah terjadi di tiga bulan terakhir ini, direncanakan akan menerapkan sistem subdrain.

Subdrain merupakan sistem saluran air bawah tanah, dimana mata air bawah tanah disalurkan melalui pipa.

Kasi Jalan Wilayah I Batang-Pekalongan DPU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Rita Agus Setyarini menjelaskan, sistem tersebut diterapkan karena penyebab longsor dan amblasnya jalan, adanya mata air tepat di bawah titik longsor.

"Kami sudah melakukan kajian bersama beberapa perguruan tinggi tentang perbaikan Jalan Raya Paninggaran. Kami menemukan ada tiga mata air di bawah jalan tersebut. Maka dari itu, sistem subdrain nantinya akan diterapkan," paparnya, Selasa (9/4/2019).

Kapan waktunya, dijelaskan Rita secepatnya dan kini dalam proses mempersiapkannya.

"Secepatnya kami akan melakukan perbaikan sementara. Di titik longsor akan kami lakukan pembetonan. Kalau memungkinkan esok hari, akan kami kerjakan," paparnya.

Ia menuturkan, untuk perbaikan sementara DPU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng sudah menganggarkan Rp 550 juta.

Sedangkan perbaikan permanen sudah diajukan ke Pemprov Jateng Rp 7,5 miliar.

"Untuk perbaikan permanen kami masih menunggu pengesahan dari Pemprov Jateng. Kemungkinan tahun depan perbaikan permanen akan dilakukan. Untuk saat ini kami hanya bisa melakukan perbaikan sementara," jelasnya.

Terkait permintaan warga untuk pengaktifan jalan lama, ditambahkan Rita, sudah mengirimkan surat tebusan ke pihak Perhutani.

"Karena jalan lama milik Perhutani dan tebusan sudah kami kirim tiga bulan lalu. Tinggal menunggu persetujuan," tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved