Mejaga Kepercayaan Menjadi Kunci Bagi Sido Muncul Tetap Eksis

Irwan Hidayat, Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk mengatakan, sejak 23 Desember 2018, Sido Muncul berkomitmen menjaga kepercayaan

Mejaga Kepercayaan Menjadi Kunci Bagi Sido Muncul Tetap Eksis
TRIBUN JATENG/AMANDA RIZQYANA
Irwan Hidayat, Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk mengatakan, sejak 23 Desember 2018, Sido Muncul berkomitmen menjaga kepercayaan konsumen. 

Karena saat ini kebutuhan informasi yang mudah, seseorang dapat mengetahui dari internet.

Untuk bisa ekspor bagi produk jamu maupun obat-obatan harus menjadi produk terpercaya di negaranya sendiri. Untuk itu Irwan berjanji akan bekerja sebaik mungkin dan akan tetap melakukannya dengan serius dan jujur.

"Goal kami yang pertama melindungi konsumen seperti soal lingkungan, membuat produk yang baik, dan melindungi dari sesuatu yang merusak seperti pestisida, aflatoksin, logam berat, pupuk, dan kandungan bahan haram," ujarnya.

Kandungan bahan haram seperti adanya barang yang mengandung unsur babi dapat dideteksi melalui uji DNA.

Selain melakukan pengecekan kandungan bahan mulai dari bahan baku hingga produk jadi, komitmen Sido Muncul untuk menjamin kepercayaan masyarakat ialah melakukan sertifikasi halal.

Saat ini Sido Muncul telah mendapatkan 241 sertifikasi halal untuk produknya.

Sertifikasi halal dan uji jaminan kualitas produk tersebut dilakukan supaya konsumen nyaman dengan produk Sido Muncul dan supaya orang tetap percaya mengonsumsi produk Sido Muncul.

Sementara itu, David Hidayat selaku Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menyatakan Hasil RUPS ialah deviden Sido Muncul sebesar Rp 664 milyar dibagi 80%, sekitar per lembar saham Rp 36.

Tapi pada interen Rp 16 dan pada saat ini dibagi Rp 21 per lembar.

"Alasan membagi deviden sebesar 80% karena cash kami terlalu banyak karena tidak memiliki hutang dan tidak ada rencana akuisisi dalam waktu dekat. Jadi dilakukan bagi deviden sebesar itu. Selama lima tahun Sido Muncul go public, kami membagi deviden selalu 80%, tidak pernah di bawah 80," urai David pada kesempatan yang sama," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: amanda rizqyana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved