NGERI! Gara-gara Cowok dan Komentar di Facebook, 12 Siswi SMA Keroyok Siswi SMP

Sejumlah siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) nekat mengeroyok seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kalimantan Barat (Kalbar)

NGERI! Gara-gara Cowok dan Komentar di Facebook, 12 Siswi SMA Keroyok Siswi SMP
Sripoku
Ilustrasi pengeroyokan anggota TNI 

TR$IBUNJATENG.COM - Sejumlah siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) nekat mengeroyok seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kalimantan Barat (Kalbar) hanya karena komentar di Facebook.

Akibatnya, korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan di bagian kepala dan dada di Unit Radiologi Rumah Sakit Mitra Medika, pada Senin (8/4/2019).

Menurut Wakil Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Tumbur Manalu, pengeroyokan tersebut dilakukan oleh 12 siswi pada hari Jumat (29/3/2019) lalu.

"Kejadian dua pekan lalu, Jumat (29/3/2019) namun baru dilaporkan pada orangtuanya, hari Jumat (5/4/2019) ada pengaduan ke Polsek Pontianak Selatan.

Kemudian kita dari KPAD langsung menerima pengaduan," kata Manalu di Kantor KPPAD, Senin (8/4/2019).

BREAKING NEWS: Pasar Manis Purwokerto Kebakaran, 8 Kios Pedagang Lantai 2 Ludes Terbakar

Seperti dikutip dari Tribunnews, Manalu menjelaskan, pemicu pengeroyokan tersebut adalah masalah asmara antara kakak sepupu korban dengan salah satu pelaku pengeroyokan.

Saat itu korban turut berkomentar di laman Facebook kakak sepupunya. Namun komentarnya dianggap menyinggung salah satu pelaku.

"Permasalahan awal karena masalah cowok, menurut info kakak sepupu korban merupakan mantan pacar dari pelaku penganiayaan ini.

Di media sosial mereka saling komentar sehingga pelaku menjemput korban karena kesal terhadap komentar itu," tambahnya.

Para pelaku diketahui nekat menjemput korban di rumahnya dan berdalih untuk diajak ngobrol.

Korban pun diajak ke Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya.

Berdasar keterangan korban, di dua lokasi tersebut para pelaku melakukan tindak kekerasan.

Isaak Hayik : Pesepakbola 73 Tahun Pecahkan Rekor Pemain Bola Profesional Tertua di Dunia

Sementara itu, pihak Polresta Pontianak mengaku telah menerima laporan kasus tersebut. Rencananya, polisi akan memanggil orangtua korban.

"Kami akan panggil orangtua korban," Kanit PPA Polresta Pontianak, Iptu Inayatun Nurhasanah Selain itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, meminta pihak kepolisian dan Dinas Pendidikan Pontianak untuk menuntaskan kasus tersebut. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved