BKSDA Pasang Tiga Kamera Trap, Temuan Dugaan Jejak Kaki Harimau di Dusun Semenjing Karanganyar

BKSDA Jawa Tengah memasang tiga kamera trap di sekitar lokasi penemuan jejak kaki binatang di Kabupaten Karanganyar.

BKSDA Pasang Tiga Kamera Trap, Temuan Dugaan Jejak Kaki Harimau di Dusun Semenjing Karanganyar
ISTIMEWA
Tim BKSDA Jawa Tengah mengecek jejak kaki binatang yang diduga harimau di Dusun Semenjing Desa Salam Karangpandan Kabupaten Karanganyar, Senin (8/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Sebagian warga Dusun Semenjing Desa Salam Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar geger.

Di dusun tersebut, ditemukan jejak binatang yang diduga harimau.

Jejak tersebut ditemukan di lahan kosong bekas perkampungan.

Atas temuan yang membuat warga geger sekaligus ketakutan itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah memasang tiga kamera trap di sekitar lokasi penemuan jejak kaki binatang tersebut.

"Pemasangan kamera trap kami dilakukan pada Selasa (9/4/2019) sekitar pukul 18.00. Kamera trap itu kami pasang di sekitar lokasi temuan jejak kaki, jalur menuju sumber air," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah Karangnyar BKSDA Jawa Tengah, Sumiyarno saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (10/4/2019).

Nantinya, lanjut dia, kamera itu akan dicek secara berkala.

"Akan kami akan cek setiap hari," tuturnya.

Sebelumnya, pihak BKSDA Jawa Tengah telah mengecek jejak kaki binatang tersebut pada Senin (8/4/2019).

Hasil pengecekan, jejak binatang itu yakni lebar kanan-kiri 25 sentimeter, jarak panjang kaki depan dan belakang 60 sentimeter.

Silang kaki kanan depan dan kiri belakang 70 sentimeter, jarak lebar kaki depan kanan dengan kiri 25 sentimeter, serta jarak lebar kaki belakang kanan dengan kiri 30 sentimeter.

Terpisah, Kades Salam Karangpandan, Sutardi mengatakan, gemparnya itu di saat dirinya hendak menuju ke acara hajatan warga, Minggu (7/4/2019) malam.

"Kami dengar warga ngobrol tentang harimau. Kata mereka ada warga (Suwarni) yang melihatnya. Katanya harimau itu berkeliaran di bukit bekas pemukiman penduduk," terangnya, Selasa (10/4/2019).

Sutardi menuturkan, dahulu memang ada tujuh rumah di bukit itu.

Kemudian bukit ditinggalkan penghuninya.

"Rumah-rumah itu ditinggalkan karena sulitnya akses. Antara bukit dengan wilayah lain terpisah sungai. Daerah itu menghubungkan Desa Salam Kecamatan Karangpandan dengan Desa Puntukrejo Kecamatan Ngargoyoso," jelasnya. (Agus Iswadi)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved