Gandeng PT Angkasa Pura I, Balai KIPM Semarang Tingkatkan Pengawasan Produksi Perikanan

Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang, menggelar acara sinergi operasional perkarantinaan ikan

Gandeng PT Angkasa Pura I, Balai KIPM Semarang Tingkatkan Pengawasan Produksi Perikanan
TRIBUN JATENG/HESTY IMANIAR
Kepala Balai KIPM Semarang, Raden Gatot Perdana 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang, menggelar acara sinergi operasional perkarantinaan ikan, bersama pihak PT Angkasa Pura I (Persero), di Kantor Balai KIPM Semarang, Rabu (10/4/2019).

Dikatakan oleh, Kepala Balai KIPM Semarang, Raden Gatot Perdana, bahwa, kegiatan tersebut, merupakan sinergi antara Balai KIPM dengan PT Angkasa Pura I (Persero) baik dari kantor cabang Jenderal Ahmad Yani Semarang dan Adi Soemarmo Boyolali.

"Forum ini, merupakan forum pengukuhan kerjasama baik antara kami KIPM dengan AP I, dari dua bandara besar di Jateng ini. Bentuknya, penandatanganan kerjasama dalam hal pengawasan, pengamanan, pengamatan, serta pelayanan dalam hal pengirim produksi perikanan," katanya, usai acara dengan tema "Sinergi Operasional Perkarantinaan Ikan dan Mutu BKIPM Semarang, serta  Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BKIPM dengan PT Angkasa Pura I (Persero)".

acara dengan tema
acara dengan tema "Sinergi Operasional Perkarantinaan Ikan dan Mutu BKIPM Semarang, serta Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BKIPM dengan PT Angkasa Pura I (Persero)" itu. (TRIBUN JATENG/HESTY IMANIAR)

Gatot menambahkan, kesepakatan tersebut, ditujukan untuk memperkuat dan semakin membuat solid dalam hal pengiriman produksi perikanan.

Dengan begitu, akan terjadi percepatan yang lebih maksimal dan baik lagi, dalam hal ekspor produksi perikanan dari Indonesia.

"Jadi pelayanannya pun akan lebih transparan dan cepat, karena semuanya dari beberapa hal pengawasan tadi, juga akan mendorong ekspor produksi perikanan kita maju, serta pengawasan biota laut dan hewan dilindungi kita ini akan terbebas dari penyelundupan, oleh karenanya kerjasama ini kita jalin," bebernya.

Adapun berbagai upaya yang dilakukan dari kerjasama tersebut, agar meningkatkan mutu pengawasan, yakni dengan memulai memperketat pengawasan dan pengamanan di terminal, cargo, hingga mesin X Ray.

"Sehingga, beberapa jenis biota laut yang dilarang seperti benih/baby lobster, ikan, beberapa ikan, dan rajungan yang dibawah ukuran standar kami tidak diselundupkan, karena adanya kerjasama ini," sebutnya.

Ditanya soal temuan, Gatot mengklaim di sepanjang tahun 2018 tidak terjadi penyelundupan di bandara, melainkan ada satu penyelundupan benih/baby lobster di jasa pengiriman barang.

"Ada satu temuan kasus penyelundupan baby/benih lobster di jasa pengiriman serta penitipan barang, namun langsung berhasil kami gagalkan. Memang untuk jenis baby/benih lobster ini membuat siapapun tertarik karena nilai nominalnya yang sangat tinggi," ujarnya

Di sisi lain, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Abdullah Usman mengatakan bahwa sepanjang 2018 di bandara tersebut hasilnya nol temuan.

"Kami selalu berupaya untuk melakukan berbagai hal untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap upaya penyelundupan produksi perikanan serta biota yang dilindungi BKIPM. Apalagi ada kerjasama ini, jelas kami akan semakin meningkatkan pengawasan terkait perlindungan biota dan produksi perikanan kita dari berbagai upaya penyelundupan," katanya, yang juga turut melibatkan TNI demi mendukung pengawasan tersebut.

Sementara itu, Airport Security Protection Section Head AP I Kantor Cabang Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Celly Lewerissa mengatakan bahwa hasil temuan di bandara Semarang pun juga nol sepanjang 2018 lalu.

"Kerjasama ini selalu diperbaiki dan diperbarui selama dua tahun sekali, demi meningkatkan pengawasan terhadap produksi perikanan dan biota dilindungi di bandara Semarang ini. Bahkan, temuan kami sepanjang 2018 juga nol, kami harapkan upaya ini terus meningkat, karena memang kerjasama ini upaya tindak lanjut dari Dirut kami, sehingga kami berharap bisa terus meningkatkan pengawasan terhadap hasil perikanan kita dari upaya penyelundupan," jelasnya.(hei)

Penulis: hesty imaniar
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved