Pemenang Tiap Regional Ditandingkan Agustus 2019, Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa

Sekretaris Jenderal MK RI Guntur Hamzah mengatakan, kompetisi debat konstitusi telah 12 kali digelar.

Pemenang Tiap Regional Ditandingkan Agustus 2019, Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa
ISTIMEWA
Peserta sedang menyampaikan argumennya dalam final Debat Konstitusi Mahasiswa di Balairung UKSW Salatiga, Rabu (10/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Mahkamah Konstitusi (MK) kembali gelar Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa ke XII Perguruan Tinggi se- Indonesia Regional Tengah sejak Senin (8/4/2019) hingga Rabu (10/4/2019) di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

Sekretaris Jenderal MK RI Guntur Hamzah mengatakan, kompetisi debat konstitusi telah 12 kali digelar.

Menurutnya, selain di regional tengah, acara ini juga dihelat di regional barat dan timur.

Pemenang dari masing-masing regional nantinya akan bertanding di tingkat nasional pada Agustus 2019.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan perubahan UUD Tahun 1945 dan menumbuhkan kesadaran berkonstitusi," terangnya.

Selain itu, dimaksudkan sebagai bagian upaya peningkatan kemampuan mahasiswa mendalami dan memahami masalah-masalah pancasila dan konstitusi.

Dikatakan Hamzah, debat itu juga bisa mendorong peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menjelaskan teks konstitusi dengan perkembangan dan dinamika praktik ketatanegaraan masa kini.

Di luar itu, dia berharap kompetisi debat dapat mengembangkan budaya perbedaan pendapat secara konstruktif, khususnya dalam memahami implementasi Pancasila dan Perubahan UUD 1945.

Pembantu Rektor I Bidang Akademik UKSW Iwan Setyawan menyampaikan pelaksanaan debat sejalan visi civitas akademika menjadi radar dalam situasi perubahan kebudayaan dan politik.

"Agar dapat mencapai visi ini civitas harus menjaga wawasan dalam menghadapi berbagai isu mutakhir dimana saat ini Indonesia berada dalam tahun politik," katanya.

Ia menambahkan, diskusi dan kompetisi debat yang melibatkan 24 perguruan tinggi ini diharapkan dapat membantu civitas pahami persoalan dan mengambil sikap yang tepat untuk ikut memberikan kontribusi bagi Indonesia yang lebih baik.

“UKSW yang memiliki tagline We Are the Creative Minority, diharapkan dapat berdampak salah satunya dengan budaya berpikir kritis, menyampaikan berbagai pendapat tajam dengan berdasar pada teori dan fakta,” jelasnya.

Sebagai informasi, pada kompetisi tersebut diikuti 24 tim dari 24 perguruan tinggi di Jawa Tengah, DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Kalimantan. (M Nafiul Haris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved