Breaking News:

Kisah Musailamah Al Kadzab Pembuat Hoaks, Mengaku Nabi Hingga Membuat Ayat dan Surat Palsu

Berikut kisah Musailamah Al Kadzab, adalah seorang pembuat hoaks yang mengaku sebagai nabi.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: abduh imanulhaq
YOUTUBE
Musailamah Al-Kadzab adalah pembuat hoaks yang mengaku nabi 

TRIBUNJATENG.COM - Berikut kisah Musailamah Al-Kadzab, adalah seorang pembuat hoaks yang mengaku sebagai nabi.

Ia bernama asli Musailamah bin Habib dari Bani Hanifah.

Musailamah dikenal dengan nama Musailamah Al-Kadzab (Si Pembohong), karena ia mengaku sebagai nabi.

Tak pelak lagi, dia seorang nabi palsu.

Ia dikenal sebagai orang baik di daerah tempat tinggalnya, Yamamah.

Bahkan dikisahkan Musailamah telah memiliki pengikut sebelum wahyu kerasulan datang kepada Nabi Muhammad SAW.

Ia juga disebut sebagai orang yang pandai bicara, pandai menarik simpati, dan lemah lembut dalam bertutur.

Terlebih di lingkungan Bani Hanifah, ia mempunyai pengaruh besar.

Ternyata di balik kata-katanya yang lembut itu, ia pandai menipu.

Saat Musailamah mengumumkan kenabiannya (nabi palsu), Rasulullah sedang berada di Mekkah.

Dalam Kitab Tarikh Ar Rusul Wa Al Mulk karya Ath Thabari, dikisahkan Musailamah mengutus orang-orang dari Bani Hanifah untuk pergi ke Mekkah.

Mereka diberi tugas untuk mendengarkan Al Quran dari sahabat-sahabat Nabi.

Lalu setelah sampai Yamamah, mereka diminta membacakan Al Quran kepada Musailamah.

Setelah itu, Musailamah membalasnya dengan bacaan lain untuk meniru bacaan Al Qura.

Di hadapan orang-orang, Musailamah mengaku bacaan itu adalah kalamnya sebagai wahyu Tuhan.

Dalam Kitab Ajaib wa Tharaif Abra At-Taarikh karya Hasan Ramadhan, Amru bin Ash pernah mengirim utusan untuk Musailamah.

Bertemu dengan Amru, Musailamah bertanya, “Apa yang telah diturunkan kepada temanmu pada waktu ini?”

Amru menjawab, “Telah diturunkan kepadanya suatu surat yang ringkas namun mendalam.

"Surat apa itu?" tanya Musailamah.

Amru mengatakan, “Telah diturunkan kepadanya:

وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

'Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran (QS Al Ash: 1-3),'" jawab Amru.

Musailamah berpikir sesaat.

Ia kemudian mengangkat kepalanya, lalu berkata, “Aku juga telah mendapat surat yang sejenis.”

“Apa itu?” tanya Amru.

Musailamah pun berkata:

يا وَبَرُ يا وبَرُ، إنّمَا أنتَ إيْرَادٌ وَصَدَرٌ، وسَائِرُكَ نَفْرٌ نَقْرٌ.

“Wahai bulu, wahai bulu.
Sesungguhnya kamu hanyalan sebutan dan muncul. Sedangkan keseluruhanmu adalah lubang.”

Kemudian Musailamah bertanya, “Bagaimana menurutmu wahai Amru?”

“Demi Allah, sesungguhnya kamu sendiri tahu bahwa sesungguhnya aku mengetahui kalau kamu berdusta," jawab Amru.

Dalam kisah-kisah disebutkan, sahabat-sahabat Nabi termasuk Amru tidak mempercayai ayat palsu yang disampaikan Musailamah.

Secara isi kandungan, surat-surat yang dibuat oleh Musailamah begitu jelas kedangkalannya.

Apabila dibandingkan dengan wahyu yang diiturunkan kepada Nabi Muhammad berbanding jauh.

Seperti surat An Nahl yang membahas mengenai lebah.

Ada penjelasan mengenai manfaat dan kandungan madu yang belum diketahui bangsa Arab.

Berbeda jauh dengan surat palsu Ad Difda, artinya katak.

يا ضِفداَعة بنت الضفدعين، نَقِي لَكُمْ تنقين، نصفك في الماء ونِصفُك فِي الطين، لا الماء تكدرين، ولا الشراب تمنعين.

"Wahai kodok betina anak dari dua pasang katak. Bersihlah apa yang kamu bersihkan. Air tidak kamu kotori. Dan peminum tidak kamu halangi. Kepala di dalam air, sedangkan ekormu di darat."

Umat Islam perlu tahu, mukjizat Nabi Muhammad SAW merupakan Al Quran.

Kitab dari Allah SWT yang memiliki bahasa yang indah dan kandungan ayat yang dalam.

Ketika itu Al Quran menjadi mukjizat yang diturunkan di tengah bangsa Arab yang gemar menulis syair atau sastra.

Saat Nabi Muhammad mendapat Al Quran, orang-orang Suku Quraisy terheran.

Muhammad seorang penggembala tidak bisa baca dan tulis mampu melafalkan ayat-ayat Al Quran yang sangat indah.

Maha suci Allah.

Demikian kisah pembawa hoaks di zaman Nabi Muhammad SAW.

Semoga bermanfaat untuk Anda. (tribunjateng/fajar bahruddin achmad)

Suami Istri Bersetubuh di Bulan Puasa Ramadhan Siang Hari, Inilah Hukum dan Sanksinya

Niat Qodho Puasa Ramadhan dan Batas Akhir Pelunasannya

Kisah Tragis Kyai Barseso, Ahli Ibadah yang Tergoda Tipu Daya Setan

Kisah Bakti Uwais Al Qarni kepada Ibunda, Sahabat Nabi Berjuluk Penghuni Langit

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved