Selama 4 Bulan, Dires Narkoba Polda Jateng: 609 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Narkoba

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng bersama jajaran polres di Jawa Tengah telah mengungkap sedikitnya 499 kasus narkoba selama 2019 ini.

Selama 4 Bulan, Dires Narkoba Polda Jateng: 609 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Narkoba
Warta Kota/ANGGA BN
Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali melakukan pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu sekitar 1.772,2 gram di halaman BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (5/11/2012). Narkoba tersebut didapat dari hasil penangkapan dua kasus yang berbeda. Petugas menangkap WN Nigeria berinisial CR (31) dan wanita bernama NA (40). 

TRIBUNJATENG.COM - Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng bersama jajaran polres di Jawa Tengah telah mengungkap sedikitnya 499 kasus narkoba selama Januari hingga awal April 2019.

Total 609 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Narkoba jenis sabu masih mendominasi kasus yang telah diungkap di Jawa Tengah oleh kepolisian.

"Berat total mencapai 10 kilogram," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Pol Wachyono, Kamis (11/4/2019).

Reserse Narkoba Polrestabes Semarang Bongkar Peredaran Narkoba Berbekal Ciri Fisik, Ini Caranya

Apabila ditambah dengan hasil pengungkapan yang dilakukan oleh Reserse Narkoba Polrestabes Semarang beberapa hari lalu, total 500 kasus peredaran narkoba yang telah diungkap oleh polisi.

Wachyono menyebut beberapa wilayah masih menjadi titik rawan peredaran narkoba seperti Kota Semarang, Solo raya dan Jepara.

Dari hasil analisa, kata dia, Jawa Tengah selain sebagai perlintasan juga telah menjadi pasar potensian peredaran narkoba.

"Dari hasil analisa sementara memang sudah menjadi sasaran peredaran. Tahun kemarin masih perlintasan saja. Tiga wilayah itu (Semarang, Solo raya dan Jepara) banyak terjadi untuk sabu," katanya.

Kapolrestabes Semarang: Gelar Perkara Kasus Narkoba Seharusnya di Kamar Mayat

Sementara untuk obat obatan terlarang dan jamu ilegal marak beredar di daerah Cilacap dan Banyumas.

Melihat maraknya peredaran narkoba di Jateng, Wachyono meminta kepada anggotanya dan juga jajaran Polres untuk lebih fokus dalam mengungkap dam mengantisipasi peredarannya.

Menurutnya, pemberantasan peredaran narkoba tidak hanya bisa dilakukan oleh kepolisian melainkan seluruh lembaga dan element masyarakat.

Keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mempersempit ruang gerak pelaku peredaran narkoba.

"Tidak bisa bekerja sendiri, harus bersinergi dengan semua element. Kesadaran masyarakat juga harus ditingkatkan, tidak hanya kesadaran menjauhi narkoba tapi kesadaran aktif melaporkan apabila mendengar atau melihat ada upaya peredaran narkoba," pungkasnya. (lyz)

Penulis: muh radlis
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved