177 Kelurahan Ikut Ramaikan Pameran Tosan Aji

Pemerintah Kota Semarang bersama PETA SEMAR (Pecinta Tosan Aji Semarang) menggelar ajang pameran dan bursa tosan aji nasional

177 Kelurahan Ikut Ramaikan Pameran Tosan Aji
ISTIMEWA
177 Kelurahan ikut ramaikan Pameran Tosan Aji 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang bersama PETA SEMAR (Pecinta Tosan Aji Semarang) menggelar ajang pameran dan bursa Tosan Aji nasional dalam rangka Hari Jadi ke-472 Kota Semarang.

Acara berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis sampai dengan Sabtu, 11 -13 April dimulai dari jam 8 pagi hingga 10 malam di Hall Balaikota Semarang dengan tema ”Mengawal Maha Karya Melintasi Peradaban: Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Membumikan Tosan Aji sebagai Manifestasi Budaya Nusantara”.

Menariknya untuk tahun ini, pameran Tosan Aji melibatkan 177 kelurahan di Kota Semarang.

Menurut Agung Nugroho yang ditemui usai pembukaan, mengatakan bahwa pameran dan Bursa Tosan Aji yang melibatkan 177 kelurahan adalah untuk melihat dan mengukur penyebaran Tosan Aji yang berada di masyarakat dengan indikator kelurahan yang ada di Kota Semarang untuk dapat menampilkan keris yang mewakili kelurahannya.

Dalam acara tersebut juga terdapat beberapa kegiatan yang dinikmati oleh masyarakat, yaitu Pameran Tosan Aji dengan peserta perwakilan 177 kelurahan di Kota Semarang.

Selain Pameran juga ada Bursa Tosan Aji dengan 120 peserta yang terdiri dari 103 pebursa dan 17 kolektor nasional.

Kemudian tersedia juga Ruang Konsultasi ruang bagi warga masyarakat yang disediakan secara khusus, untuk berdiskusi dan berkonsultasi secara mendalam dengan kurator Tosan Aji.

Sesuai dengan tema acara, Mengawal Maha Karya Melintasi Peradaban, Pameran Tosan Aji juga mengaggendakan Edukasi kepada generasi milenial yaitu siswa SMP dan SMU melalui Praktek Mranggi dan Mewaranggi, pemutaran documentary proses pembuatan Tosan Aji dan diskusi dengan kurator.

Agung mengatakan Pameran dan Bursa Tosan Aji ini merupakan upaya melestarikan atau nguri-uri Budaya Nusantara, khususnya mengenalkan Tosan Aji kepada Generasi Milenial.

“Tosan aji merupakan hasil karya leluhur yang sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia harus kita lestarikan. Generasi Milenial banyak yang belum tahu seperti apa Mranggi dan Mewaranggi” ujarnya.

“Tentu diperlukan peran masyarakat dan pemerintah dalam memperkenalkan kepada masyarakat tentang keberadaan Tosan Aji melalui pameran di tingkat lokal dan nasional. Apalagi Tosan Aji banyak mengandung makna filosofis perjalanan hidup manusia” pungkasnya.(*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved