Bantu Aulian, Balita yang Terbaring Sakit di RS Margono Soekarjo Purwokerto
Aulian Gaida Muzaki (2), balita warga Desa Karangasem Kecamatan Kertanegara Purbalingga terbaring lemah di Rumah Sakit Prof. Margono
Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Aulian Gaida Muzaki (2), balita warga Desa Karangasem Kecamatan Kertanegara Purbalingga terbaring lemah di Rumah Sakit Prof. Margono Soekarjo Purwokerto.
Ia dirujuk ke rumah sakit itu usai dirawat 11 hari di ruang ICU sebuah rumah sakit swasta di Banyumas. Tetapi hampir dua minggu dirawat, kesehatan balita itu belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Pegiat Komunitas Barda Family Lumampah Shodaqoh (BFLS) Muji mengungkapkan, derita anak itu berawal dari sebuah insiden sekitar dua minggu lalu.
• Sedang Berlangsung Video Live Streaming Indosiar Leg 2 Arema FC vs Persebaya Dibuka Tarian Kolosal
Aulian mengalami insiden saat bermain dengan teman-teman belianya di kampung kala itu.
Ia terjatuh hingga tubuhnya roboh. Kepalanya membentur batu. Aulian sempat menangis namun hanya sebentar. Anak itu lantas terdiam.
Spontan teman-temannya memanggil orang tua agar menjemput Aulian yang butuh segera pertolongan. Aulian sempat kejang-kejang hingga pingsan. Matanya membiru. Perutnya sedikit lecet.
Perasaan orang tua Aulian pastinya tak karuan. Hanya keselamatan sang putri yang ada di pikiran. Mereka lantas membawa Aulian ke sebuah rumah sakit swasta di Banyumas.
"Informasinya ada pendaharan di dalam. Tapi pastinya menunggu keterangan dokter,"katanya
11 hari dirawat di rumah sakit itu, kesehatan Aulian belum menunjukkan perkembangan signifikan. Aulian lantas dirujuk ke Rumah Sakit Margono Soekarjo kemarin malam.
Di rumah sakit pemerintah itu, kondisi Aulian lebih baik usai mendapatkan perawatan intensif. Anak itu sudah bisa membuka mata, meski kesadarannya belum penuh. Ia juga mulai bisa menggerakkan jemari tangannya.
Tetapi, di tengah kebingunan memikirkan sang putri yang belum kunjung sembuh, beban orang tua itu masih harus bertambah. Keluarga tersebut masih harus menanggung biaya pengobatan puluhan juta rupiah selama dirawat di rumah sakit swasta sebelumnya.
Biaya itu terasa berat bagi orang tua Aulian. Terlebih ayah Aulian hanyalah tukang ojek pangkalan dengan penghasilan tak seberapa. Sementara sang bunda hanyalah ibu rumah tangga biasa.
Adapun untuk perawatan di Rumah Sakit Margono, pihaknya masih mengusahakan pembiayaannya menggunakan BPJS mandiri. Sayang, BPJS itu belum bisa digunakan lantaran belum genap 14 hari usai didaftarkan.
Pihaknya pun masih mengusahakan agar proses kepesertaan BPJS keluarga itu dimudahkan. Ini mengingat kondisi Aulian yang butuh perawatan medis intensif untuk kesembuhannya.
Sementara orang tua Aulian berekonomi pas-pasan sehingga tak mampu menanggung biaya pengobatan yang besar.
Untuk menutup biaya pengobatan di rumah sakit sebelumnya, pihaknya juga menggelar aksi penggalangan dana ang melalui media sosial.
Muji ingin melihat anak itu kembali menikmati masa kecilnya yang penuh keceriaan.
"Harapannya bisa sembuh total. Apalagi masih usia segitu," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/aulian-gaida-muzaki.jpg)