Keberhasilan Pemasangan Tanggul Geotube Pesisir Pantai Batang Jadi Objek Penelitian Kementerian PUPR

Dislutkanak telah membangun tanggul pemecah ombak melalui teknologi pemasangan geotube di pesisir Pantai Batang.

Keberhasilan Pemasangan Tanggul Geotube Pesisir Pantai Batang Jadi Objek Penelitian Kementerian PUPR
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Peserta Balai Ujicoba Sistem Diklat Sumber Daya Air dan Konstruksi saat melakukan penelitian dan pelatihan pemasangan Geotube di Pantai Muara Rejo, Batang, Jumat (12/4/2019). 

Namun memiliki keunggulan seperti cepat dalam pemasangan dan merestorasi pantai.

"Sekarang pedoman pelaksaan pembangunan geotube sudah ada. Sehingga bisa diterapkan ke daerah lain terutama di pesisir Jawa, kami hanya tinggal menentukan harga perkiraan sendiri (HPS), agar setiap daerah bisa sama," ujarnya.

Selain menjadi bahan kajian, geotube di Batang juga menjadi lokasi pelatihan Balai Uji Coba Sistem Diklat Sumber Daya Air dan Konstruksi di bawah naungan Pusdiklat SDA dan Konstruksi Kementerian PUPR.

Kasi Penyelenggara Balai Ujicoba Sistem Diklat Sumber Daya Air dan Konstruksi, Rustini mengatakan, setidaknya ada 22 peserta yang ikut dalam pelatihan dan penelitian tersebut.

"Tugas kami melaksanakan pelatihan hasil dari Balitbang yang kebetulan lokasinya di Batang, pesertanya ada 22 orang dari berbagai daerah," ujarnya.

Sementara, Kepala Dislutkanak, Sugiatmo mengatakan, pembuatan tanggul di pesisir pantai sepanjang 1,7 kilometer di akhir 2018 lalu, memakan anggaran Rp 9,2 miliar dari Pemprov Jawa Tengah.

Dijelaskannya penerapan geotube yang dilakukan sudah mengalami sedimentasi yaitu proses pengendapan dari material batuan hasil pengikisan erosi pantai oleh air laut. (Dina Indriani)

Penulis: dina indriani
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved