Kesaksian Sutono yang Hilang saat Kampanye Capres 02 di Banjarnegara, Warga Bilang Tak Masuk Akal
Masyarakat Desa Sipedang Kecamatan Banjarmangu sempat digegerkan dengan hilangnya Sutono, warga Rt 3 Rw 1 Desa Sipedang
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Masyarakat Desa Sipedang Kecamatan Banjarmangu sempat digegerkan dengan hilangnya Sutono, warga Rt 3 Rw 1 Desa Sipedang.
Entah kenapa, Sutono tiba-tiba hilang saat mengikuti pawai kampanye Pasangan Calon Presiden Nomor Urut 02 di Kecamatan Wanadadi, Kamis (11/4) lalu.
Umumnya simpatisan calon, orang tua itu pun antusias mengikuti arak-arakan kampanye calon yang didukungnya.
Sutono tak ketinggalan mengenakan atribut kaus bergambar Paslon Capres nomor urut 2.
Ia bersama sejumlah pendukung lain dari desanya mengikuti arak-arakan dengan menumpang mobil bak terbuka (pick up).
Rute pawai melintasi sejumlah desa hingga berakhir di wilayah Kecamatan Wanadadi.
Tetapi tak tahu mengapa, di tengah ingar bingar kampanye, Sutono hilang secara misterius.
Rombongannya yang sama-sama berangkat dari desa Sipedang kehilangan jejak keberadaan orang tua itu.
Mereka bahkan sempat tak menyadari Sutono tak ikut serta dalam perjalanan pulang selesai acara. Jejak terakhir Sutono pun susah terlacak.
Hiruk pikuk kampanye telah berakhir, tetapi warga Desa Sipedang masih ramai memperbincangkan Sutono yang hilang misterius.
Warga pun bahu membahu untuk menemukan keberadaan orang tua itu.
Mereka menyisir rute arak-arakan kampanye yang sempat dilintasi kendaraan Sutono bersama rombongan.
Pencarian dilakukan hingga di titik-titik kumpul atau pusat kegiatan. Sayang, usaha mereka untuk menemukan jejak Sutono tak berhasil.
"Setelah itu langsung dicari, dengan penyusuran, tapi tidak ketemu,"kata Judi Kadus Simbang Desa Sipedang Banjarmangu
Sampai malam hengkang dan berganti hari, Sutono belum juga ditemukan.
Tak dinyana, Jumat pagi, sekitar pukul 08.30 Wib, di sebuah ruas jalan perbatasan Desa Sipedang dan Desa Lemahjaya Wanadadi, Sutono menampakkan diri.
Dia terlihat berjalan kaki mengenakan pakaian lusuh.
Seorang warga yang kebetulan melintas dan mengenalinya lantas memanggil orang tua itu.
Sutono menengok dan menjawab panggilan tersebut.
Ia menjawab akan pulang, tetapi arah yang dia tuju bukan jalan menuju rumah.
Melainkan ke arah kebun yang jauh dari pemukiman.
Mengetahui langkah yang dituju salah, pengendara itu lantas menawarkan bantuan ke Sutono untuk mengantarkannya ke rumah di Desa Sipedang.

"Dia mau pulang, tapi arahnya ke kebun bukan ke rumah,"katanya
Sutono yang sempat hilang dan membuat gempar akhirnya kembali pulang.
Teka teki keberadaan kakek itu yang hilang saat kampanye terjawab sudah.
Tetapi kemana Sutono pergi saat hilang dicari tetap masih misteri.
Sutono pulang dengan selamat.
Kondisinya sehat.
Tidak ada yang kurang pada orang tua itu saat ditemukan.
Tetapi ada yang janggal, pakaian bersih yang dia kenakan berubah lusuh.
Warga pun sempat menanyai orang tua itu tentang keberadaannya saat dicari-cari warga.
Sutono memberikan kesaksian yang tak masuk akal.
Menurut Judi, Sutono mengaku melintasi daerah yang berdiri gedung-gedung dalam perjalanannya.
Padahal wilayah yang mungkin dilintasinya hanyalah desa-desa pinggiran dan kebun yang tak ada bangunan.
Sebagian masyarakat desa ternyata masih suka mengaitkan kejadian hilangnya warga dengan peristiwa gaib, semisal dibawa makhluk halus.
Terlebih jika kejadian itu disertai keanehan yang tak masuk akal.
"Sebelumnya juga pernah, warga hilang, ditemukannya di desa sini juga,"katanya. (*)