Hilal dan Hisab, Metode Menentukan Awal Ramadhan di Indonesia

Berikut ini dua metode menentukan awal Ramadhan dan Syawal di Indonesia, hilal (rukyat) dan hisab.

Hilal dan Hisab, Metode Menentukan Awal Ramadhan di Indonesia
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Hilal dan hisab metode menentukan awal Ramadhan 2019 di Indonesia 

Kemudian, tinggi bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta (f= -07°48¢ (LS) dan l= 110°21¢BT)= +05°48¢20² (hilal sudah wujud).

Disimpulkan, awal puasa pada 1 Ramadan 1440 H jatuh pada hari Senin Legi, 6 Mei 2019 Masehi.

Rukyat (melihat hilal)

Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal.

Secara arti hilal adalah bulan sabit muda setekah terjadi ijtimak (konjungsi geosentris).

Apabila hilal sudah terlihat, itu tandanya hari berikut sudah memasuki bulan baru.

Penampakan hilal bisa dilakukan dengan mata telanjang atau menggunakan alat bantu seperti teleskop.

Mengamati hilal bisanya dilakukan menjelang terbenamnya matahari pertama kali setelah ijtimak.

Apabila terlihat, waktu maghrib setempat sudah dihitung tanggal 1 bulan baru.

Metode hilal di Indonesia digunakan oleh Ormas Islam Nahdlatul Ulama.

Halaman
1234
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved