Ani Yudhoyono Nyoblos di Singapura dan Ratusan WNI di Australia Tuntut Digelar Pemilu Ulang

Pemandangan tidak biasa terlihat di Chatsworth Road, Singapura, pada Minggu (14/4) pukul 07.30 waktu setempat. Antrean mengular di trotoar

Ani Yudhoyono Nyoblos di Singapura dan Ratusan WNI di Australia Tuntut Digelar Pemilu Ulang
Instagram/agusyudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dampingi Ani Yudhoyono yang harus menjalani perawatan insentif di Singapura karena mengidap kanker darah. 

TRIBUNJATENG.COM, SYDNEY -- Pelaksanaan pemilihan umum serentak tahun 2019 mulai digelar di luar negeri, Sabtu dan Minggu (14/4). Sebut saja misalnya coblosan telah digelar di Malaysia, Singapura, Jepang, Filipina, Selandia Baru, Australia dan lain-lain.

Pemandangan tidak biasa terlihat di Chatsworth Road, Singapura, pada Minggu (14/4) pukul 07.30 waktu setempat. Antrean mengular di trotoar, tepatnya di depan kompleks Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura.

Wajah-wajah segar sumringah memancar dari warga negara Indonesia yang tak sabar untuk memilih dalam pemilu 2019. Meski pintu KBRI belum dibuka dan panas matahari yang terik memanggang, antusiasme warga yang ingin menggunakan hak suaranya terlihat jelas.

Tua, muda, profesional, pelajar, pekerja rumah tangga (PRT) bahkan manula yang berkursi roda rela menunggu demi mencoblos calon pilihannya. “Saya datang jam 07.30, mengantre jauh sekali dari KBRI. Ya, sekitar satu jam gitu untuk sampai ke TPS," ucap seorang WNI, Asterlita Gallou.

“Syukurlah tepat ketika pintu dibuka jam 08.00, proses antrean berjalan dengan sangat cepat dan efisien," lanjutnya. Ketika ditanya lebih jauh mengapa rela bangun pagi-pagi untuk mengantre, wanita yang juga Bendahara Persatuan Wanita Indonesia Singapura (PWIS) ini mengungkapkan kekhawatiran kejadian di Sydney pada Sabtu lalu, di mana ratusan WNI gagal menyalurkan hak suaranya.

“Ya saya deg-degan juga kalau sampai gagal mencoblos," ucapnya sambil tertawa. Proses pelaksanaan pencoblosan yang lancar juga dipuji oleh Steven, seorang profesional yang mengantre selama setengah jam. Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya telah mencoblos sekitar pukul 10.30 bersama istrinya, Mahaswi Swajaya. Dubes Ngurah menyambut hangat antusiasme warga yang sangat luar biasa.

Sedangkan di Australia ada ratusan WNI yang protes karena tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada hari Sabtu kemarin. Kekecewaan massa yang tidak dapat mencoblos ditumpahkan di sosial media. WNI juga banyak yang mengeluh perihal pelaksanaan pemilu di Sydney di grup Facebook The Rock yang beranggotakan WNI yang tinggal di Australia. Bahkan lebih dari 3.000 WNI sudah menandatangani petisi untuk mendesak pemilu ulang di Sydney.

Secara umum sebenarnya pelaksanaan pemungutan suara yang dilaksanakan di wilayah kerja PPLN Sydney yang meliputi New South Wales, Queensland dan South Australia berjalan lancar.

Pemungutan suara tersebar di 22 TPSLN dengan rincian 4 TPSLN berlokasi di KJRI Sydney, 5 TPSLN berlokasi di Sydney Town Hall, 3 TPSLN berlokasi di Marrickville Community Centre, 3 TPSLN berlokasi di Yagoona Community, 3 TPSLN berlokasi di Good Luck Plaza, 2 TPSLN berlokasi di Sherwood State School-Brisbane dan 2 TPSLN di Adelaide State Library.

Hampir semua lokasi adalah gedung yang disewa. Pemungutan suara dimulai pukul 08.00 sampai 18.00 waktu setempat. Acara dimulai dengan upacara pembukaan oleh KPPSLN dan selanjutnya dilakukan pelayanan kepada pemilih yang terdaftar sebagai DPTLN dan DPTbLN. DPTLN adalah daftar pemilih yang ditetapkan oleh KPU per 12 Desember 2018.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved