Liputan Khusus

Kaum Samin dalam Pilpres 2019: Mengira Sandiaga Uno Anak SBY hingga Tumpeng Jelang Coblosan

Komunitas masyarakat Samin tersebar di beberapa daerah, termasuk di Blora, Rambang, Pati, Kudus dan perbatasan Jateng dengan Jatim.

TRIBUNJATENG/M NUR HUDA
Tokoh-tokoh Samin asal beberapa kota di Jawa Tengah 

TRIBUNJATENG.COM, PATI -- Komunitas masyarakat Samin tersebar di beberapa daerah, termasuk di Blora, Rambang, Pati, Kudus dan perbatasan Jateng dengan Jatim.

Tribun Jateng menemui sejumlah warga Samin di Kabupaten Pati dan Kabupaten Blora, tempat domisili banyak Sedulur Sikep.

Di Kabupaten Pati, penganut Sedulur Sikep sebagian masih menutup diri atau golput pada setiap pesta demokrasi. Ditemui di rumahnya di Dukuh Bombong, Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Pati, Mbah Sundoyo yang merupakan tetua Sedulur Sikep (Samin) Pati menjelaskan hal tersebut.

Dengan sarung dikalungkan di leher dan memakai celana tanggung berwarna hitam, Mbah Sundoyo berjalan menghampiri.

Jalannya agak membungkuk namun dengan langkah tegas. Maklum, usianya sudah memasuki senja. Dia merupakan orang Samin yang dituakan di Pati.

Setelah bersalaman, lalu dia mengambil baju yang digantungkan di dinding kayu. Rumahnya model Jawa tradisional dengan atap rendah. Alasnya masih tanah dengan dinding menggunakan bahan kayu.

Di sudut rumah, terdapat beberapa karung beras. Mayoritas orang Samin bekerja sebagai petani padi dan jagung. "Nggih, kados pundi (ada apa)?" ucapnya menanyakan maksud kedatangan Tribun Jateng.

Nada bicaranya masih lantang dan tegas. Lalu dia mengatakan akan berpartisipasi penuh untuk memberikan suara saat hari pencoblosan jika mendapatkan undangan.

"Yen diwei layang yo nyoblos. Kabeh mau tergantung iku (kalau dikasih surat undangan memilih akan ikut nyoblos. Semua tergantung undangan)," ucapnya.

Ia menegaskan akan memberikan suara dalam setiap pemilihan jika ada surat undangan untuk mencoblos. Tidak hanya pada pemilihan presiden dan anggota legislatif, tapi juga saat pemilihan gubernur dan bupati.

Mbah Ndoyo, panggilannya, pun sudah memberikan kabar dan meminta orang Samin di kampungnya itu untuk memilih pemimpin pada 17 April mendatang. Di kampung tersebut ada sekitar 400 KK orang Samin.

Tidak ada alasan bagi dirinya untuk tidak memberikan hak suara jika undangan memilih sudah ada di tangannya. Apalagi, kali ini memilih calon pemimpin negara. "Sangang turunan mudun sepisan. Negarane aku desane kowe," ucapnya.

Maksudnya yakni akan memberikan suara jika ada pemilu. Hal itu lantaran kampung yang jadi tempat tinggalnya merupakan bagian dari satu negara Indonesia.

Selain itu, negara juga tidak lepas dari peranan desa. Makanya, dia berharap pemimpin negara tidak melupakan perkembangan desa.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved