Seminar Audit Forensik di Universitas Nasional Karangturi Semarang, Bahas Alat Pendeteksi Korupsi

Orang yang mengaudit haruslah orang yang kompeten serta independen, sebab ia berperan menyajikan laporan keuangan perusahaan

Seminar Audit Forensik di Universitas Nasional Karangturi Semarang, Bahas Alat Pendeteksi Korupsi
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Seminar audit forensik di Universitas Nasional Karangturi, Jalan Raden Patah 182-192, Rejomulyo, Semarang Timur, Semarang, Senin (15/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Audit merupakan hal penting dalam dunia bisnis ekonomi dan pemerintahan. Orang yang mengaudit haruslah orang yang kompeten serta independen, sebab ia berperan menyajikan laporan keuangan perusahaan.

Hal itu diungkapkan Haryono Umar, praktisi audit yang pernah menjabat sebagai wakil ketua KPK dan Irjen Kemendikbud, di seminar audit forensik di Universitas Nasional Karangturi, Semarang, Senin (15/4/2019).

"Karena ini lingkungan kampus kita bahas tentang bagaimana mengaudit," paparnya.

"Jangan sampai kita sudah mengaudit lalu kita beri penilaian bagus, misalnya oleh BPK tapi tiba-tiba yang diaudit kena korupsi," tambahnya.

Menurutnya dalam beberapa kasus,  opini BPK menjadi anomali. Sebab beberapa yang mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) malah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Ada beberapa. Ada juga bupati di Jabar yang kena," ungkap dia.

Maka ia menilai saat ini opini BPK tak bisa dijadikan patokan daerah terbebas dari korupsi.

Apabila ingin bisa jadi patokan, maka harus ada kenaikan kualitas dari mereka yang mengaudit.

"Kualitas audit saat ini ada masalah. Harusnya kalau auditnya bagus mereka bisa tahu ada korupsi di situ," ungkapnya.

Haryono menuturkan, seminar ini memperjelas apa peran masyarakat Indonesia dalam mengurangi korupsi di Indonesia.

Halaman
12
Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved