Siasat Petani Desa Karangcengis Purbalingga Atasi Anjloknya Harga Jambu

Jambu biji sempat jadi komoditas andalan petani di Desa Karangcengis, Kecamatan Bukateja Purbalingga.

Siasat Petani Desa Karangcengis Purbalingga Atasi Anjloknya Harga Jambu
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
petani jambu Desa Karangcengis Purbalingga olah jambu jadi produk bernilai jual. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Jambu biji  sempat jadi komoditas andalan petani di Desa Karangcengis, Kecamatan Bukateja Purbalingga

Tanaman itu termasuk paling rajin berbuah. Tak perlu menunggu setahun sekali untuk bisa menikmati hasil panen tanaman ini. Tanaman jambu mampu berbuah sepanjang tahun melalui perawatan yang baik. 

Jika harga bagus, petani tentu bisa memperoleh hasil lebih di banding komoditas pertanian lain yang biasa ditanam petani. 

Karena itu, sejak beberapa tahun lalu, sekitar tahun 2014, banyak petani di Desa Karangcengis yang mulanya bertani jeruk beralih ke tanaman jambu. 

Singkat cerita,  kebanyakan petani di Karangcengis kini sudah banting setir menjadi petani jambu.  Layaknya hukum bisnis, usaha pertanian jambu pun ada pasang surutnya. 

Usaha pertanian jambu yang sempat jaya berangsur redup. Dalam setahun terakhir, harga jambu biji di tingkat petani di Desa Karangcengis kerap kali anjlok. 

Petani jambu asal Desa Karangcengis Umayah mengatakan, harga jambu biji di tingkat petani sekarang hanya di kisaran Rp 2000. 

Padahal saat pasar bagus, petani bisa mendapatkan harga di kisaran Rp 4 ribu perkilogram. Tetapi harga Rp 2000 saat ini pun disebutnya sudah lebih baik di banding sebelumnya. 

"Pas jatuh harganya sampai Rp 1000 perkilo,"katanya

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved