Hikmah Ramadhan

Suami Istri Tidak Boleh Bersetubuh Siang Hari Saat Puasa Ramadhan, Bagaimana pada Malam Hari?

Berikut penjelasan hubungan badan suami istri (jimak) atau bersetubuh saat puasa Ramadhan.

Suami Istri Tidak Boleh Bersetubuh Siang Hari Saat Puasa Ramadhan, Bagaimana pada Malam Hari?
ABOUT ISLAM
Ilustrasi batalkah bersetubuh pada malam hari saat puasa ramadhan 

TRIBUNJATENG.COM - Berikut penjelasan hubungan badan suami istri (jimak) atau bersetubuh saat puasa Ramadhan.

Ramadhan sebentar lagi hadir.

Selama satu bulan penuh, umat Islam akan menunaikan puasa wajib.

Puasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta perkara lain yang membatalkan, sejak terbitnya fajar (imsak shubuh) hingga terbenamnya matahari (maghrib).

Semua muslim yang berakal dan sudah baligh diwajibkan berpuasa.

Jika mendapati udzur (haid/ nifas) atau batalnya puasa, maka wajib untuk mengqodhonya di bulan lain.

Di antaranya faktor batalnya puasa adalah melakukan hubungan suami istri.

Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, dijelaskan batalnya puasa akibat bersetubuh (jimak) harus mengqodho dan membayar fidyah (denda).

“Suatu hari kami duduk-duduk di dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian datanglah seorang pria menghadap beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Lalu pria tersebut mengatakan, “Wahai Rasulullah, celaka aku.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apa yang terjadi padamu?” Pria tadi lantas menjawab, “Aku telah menyetubuhi istri, padahal aku sedang puasa.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah engkau memiliki seorang budak yang dapat engkau merdekakan?” Pria tadi menjawab, “Tidak”.

Halaman
123
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved