Tren Penjualan Property Tahun 2018 Turun Dibandingkan Tahun Sebelumnya

Jadi dari total 35 Kabupaten ada dua yang sudah tuntas yaitu Pemalang dan Sukoharjo, 33 sisanya belum tuntas masih dalam proses

Tren Penjualan Property Tahun 2018 Turun Dibandingkan Tahun Sebelumnya
Tribunjateng.com/Desta Leila Kartika
Pengunjung sedang melihat-lihat miniatur rumah yang tersedia di developer peserta Property Expo Semarang. Berlokasi di Atrium Mal Ciputra Semarang, Kamis (4/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelaksanaan Pameran Property Expo Semarang tahun 2018, omzet penjualan yang diperoleh sebesar 286 unit (berbagai tipe) dengan nilai transaksi Rp 234,86 miliar dan total 2.300 kupon. 

Dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 2017 pengundian kupon jumlahnya lebih banyak sekitar 3.200 dengan total transaksi Rp 302 miliar. Jadi pada tahun 2018 total penjualan mengalami penurunan melihat kondisi pasar. 

Menurut Marketing Manager Graha Candi Golf, Wibowo Tedjosukmono, Segmen pasar paling besar masih di tipe menengah ke bawah atau FLPP, seperti di pameran kali ini juga sama di kelas menengah sekitar 75 persen sisanya menengah ke atas. 

"Melihat di tahun 2018 hasil penjualan cenderung turun, di tahun 2019 ini triwulan pertama masih sama seperti tahun kemarin. Maka, harapannya setelah Pemilu segera lancar dan bisa lebih bagus lagi," ujar Wibowo, pada tribunjateng.com, Minggu (14/4/2019). 

Adapun untuk Tipe Kelas menengah yang mendominasi penjulan yaitu harga kisaran Rp 500 jutaan-Rp 600 jutaan. Sedangkan untuk kelas menengah atas harga kisaran Rp 700 jutaan ke atas. 

"Kebetulan untuk pameran Property Expo tahun 2019 kali ini data nya belum masuk semua jadi masih belum lengkap. Maka kami belum bisa menyebutkan berapa jumlah total penjualan keseluruhan," ungkapnya. 

Wakil Ketua Bidang Pertanahan dan Tata Ruang DPD REI Jateng, Djoko Santoso menambahkan, sekarang ini yang menjadi masalah bagi teman-teman pengembang adalah terkait tata ruang di masing-masing Kabupaten/Kota yang semuanya belum tuntas. 

Jadi dari total 35 Kabupaten ada dua yang sudah tuntas yaitu Pemalang dan Sukoharjo, 33 sisanya belum tuntas masih dalam proses. 

"Harapannya atas Perda Tata Ruang yang sudah dilakukan Peninjauan Kembali (PK) segera diselesaikan. Karena kalau tata ruang nya belum bisa diselesaikan tidak bisa jalan, meskipun bisa jalan tapi dengan menggunakan Perda yang lama," pungkas Djoko. (dta) 

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved