Dies Natalis Poltekkes Kemenkes Semarang, Optimis Turunkan Angka Stunting Jadi 20% Tahun 2020

"Saat ini pemerintah menggalakkan agar permasalahan stunting di Indonesia bisa ditekan. Jadi 20 persen tahun depan," paparnya

Dies Natalis Poltekkes Kemenkes Semarang, Optimis Turunkan Angka Stunting Jadi 20% Tahun 2020
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Dies Natalis ke-18 di Poltekkes Kemenkes Semarang, Selasa (16/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Angka Stunting di Indonesia masih berada di kisaran 30%. Harapannya, di tahun 2020 mendatang dengan upaya maksimal bisa turun menjadi 20 persen.

Hal itu diungkapkan Usman Sumantri, Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kemenkes Republik Indonesia di sela Dies Natalis ke-18 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang, Selasa (16/4/2019).

"Saat ini pemerintah menggalakkan agar permasalahan stunting di Indonesia bisa ditekan. Jadi 20 persen tahun depan," paparnya.

Meski pelik, menurut Usman permasalahan stunting bukan hanya terjadi di Indonesia. Tetapi di negara maju pun angka stunting masih termasuk tinggi.

"Ambil contoh Jepang, negara maju Asia. Di sana saat ini angka stunting 12%," ujarnya.

Apakah angka 30 persen membuat Indonesia darurat stunting? Usman menyanggahnya.

"Angka tersebut jika dibandingkan Wonogiri masih jauh lebih baik. Pak Jokowi menginginkan jadi 20% tahun depan," paparnya.

"Menurunkan 10 persen setiap tahun bukan hal yang mudah," tambah dia.

Ia berharap, kampus-kampus kesehatan semisal Poltekkes bisa membantu pemerintah dalam menurunkan angka stunting ini.

"Kami dorong pelatihan kesehatan. Juga kami mendukung program kebutuhan kesehatan Indonesia di kampus-kampus," ujarnya.

Adapun Dies Natalis ke-18 Poltekkes Kemenkes Semarang merupakan momentum penting Poltekkes Semarang merefleksi apa yang telah dicapai di perjalanan sejarah.

Marsum, Direktur Poltekkes menuturkan, keberadaan kampusnya yang berusia 18 tahun jadi bukti Poltekkes Semarang punya daya tarik di tengah persaingan perguruan tinggi.

Saat ini Poltekkes Semarang punya 8 jurusan dan 34 prodi. Meliputi 18 prodi d3, 9 prodi s1 dan 4 prodi magister terapan.

"Kampus ini telah tersebar di sembilan kampus di tujuh kota di Jateng," jelasnya.

Terkait menekan stunting di Indonesia, Marsum menjelaskan pihaknya sedang melakukan sejumlah hal bersama Kemenkes. Di antaranya pelatihan kesehatan bagi mahasiswa Poltekkes terkait ibu hamil.

"Kami harap ada peran kami dalam menghasilkan lulusan pendidikan kesehatan yang berkapasitas," jelasnya. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved