TPS Kategori Sangat Rawan Akan Dijaga Dua Polisi
Tempat Pemungutan Suara (TPS) kategori sangat rawan di Jawa Tengah akan dijaga dua personil polisi.
Penulis: Jamal A. Nashr | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Jamal A Nashr
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tempat Pemungutan Suara (TPS) kategori sangat rawan di Jawa Tengah akan dijaga dua personil polisi.
Hal tersebut dijelaskan Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono seusai melakukan pengecekan kesiapan pengaman Pemilu 2019.
TPS berkategori sangat rawan tersebar di seluruh kabupaten dan kota wilayah Jateng. Condro mengatakan, jumlah personil polisi yang ditempatkan di setiap TPS bervariasi sesuai tingkat kerawanan.
"TPS yang sangat rawan satu TPS dua anggota Polri. TPS yang dijaga dua anggota di Jawa Tengah ada 800 lebih. Itu menunjukkan TNI dan Polri tidak underestimate," ungkap Condro di Polrestabes Semarang, Selasa (16/4/2019).
Ia mengungkapkan, tolak ukur TPS yang masuk kategori sangat rawan, ditunjukkan kekuatan jumlah pendukung kedua kubu seimbang. Jumlah pendukung yang sama banyak dikhawatirkan akan terjadi gesekan saat pemungutan suara.
Sementara itu, TPS katerogi aman setiap delapan sampai sepuluh TPS akan disiagakan dua anggota kepolisian. Kemudian, TPS kategori rawan setiap TPS akan dijaga satu anggota polisi.
"Untuk TPS kategori aman, nanti anggota akan berpatroli. Selain itu yang di TPS kekuatan di kabupaten dan kota ada kekuatan yang bisa digerakkan," katanya.
Kondisi keamanan di Jateng jelang pelaksanaan Pemilu 2019, ia menambahkan, hingga kini situasi masih kondusif. Kondisi itu diharapkan terus bertahan hingga akhir pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Pengamanan gabungan juga dilakukan antara TNI dan Polri melalui patroli. Patroli gabungan dilakukan di dekat ke lokasi pemungutan suara dan obyek-obyek vital untuk memberikan jaminan keaman bagi warga yang akan datang ke TPS.
"Dari Polri ada 30 Brimob setiap kabupaten atau kota kecuali beberapa yang lebih seperti Jepara dua pleton Brimob, Pekalongan satu kompi Brimob, Temanggung 100 Brimob, Kabuoaten Magelang 100 Brimob, Solo dua kompi Brimob, Klaten satu kompi, Sukoharjo satu kompi, dan Karanganyar satu kompi. Untuk TNI rata seratus personil," sebutnya.
Hari bersama Pangdam IV Diponegoro telah mengecek kesiapan dan pengamanan di 35 Kabupaten-Kota di Jateng. Pengecekan tersebut untuk memastikan logistik pemilu terdistribusikan dengan baik sampai ke tingkat TPS.
"Instruksi kita berdua kepada Kapolres dan Dandim untuk hari ini dipastikan betul posisi logistik Pemilu itu berada di mana. Jadwal dari KPU hari ini sudah didorong ke TPS," ucapnya.
Pangdam IV Diponegoro Moch Effendi menegaskan, 100 personil TNI disiagakan di setiap kabupaten dan kota di Jateng untuk melakukan patroli gabungan. Jumlah tersebut juga ditambah personil Kodim dan Babinsa di lapangan.
"Hari ini kami juga memastikan untuk Kapolres tidak ragu memberikan instruksi kepada pasukan yang sudah masuk ke Polres," katanya. (jam)
TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR
Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono bersama Pangdam IV Diponegoro Moch Effendi di Polrestabes Semarang, Selasa (16/4/2019)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kapolda-jateng-irjen-pol-condro-kirono-seusai-melakukan-pengecekan.jpg)