120 Paket Pekerjaan DPUPR Kabupaten Kendal Siap Lelang, Bidang Bina Marga Mendominasi

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kendal unggah 120 paket pekerjaan yang siap lelang melalui UKPBJ.

120 Paket Pekerjaan DPUPR Kabupaten Kendal Siap Lelang, Bidang Bina Marga Mendominasi
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Warga Desa Rejosari Kecamatan Brangsong, termasuk Kecamatan Ngampel Kabupaten Kendal memanfaatkan jembatan gantung melintasi Sungai Blorong, Selasa (19/2/2019). Jembatan itu merupakan bantuan Kementerian PUPR RI. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kebut proyek agar dikerjakan sebelum Lebaran 2019, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kendal unggah 120 paket pekerjaan yang siap lelang melalui Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ).

Paket pekerjaan tersebut yakni 98 paket pekerjaan bidang bina marga, 20 paket pekerjaan bidang sumber daya air (SDA), dan sisanya merupakan pekerjaan peningkatan kualitas lingkungan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kendal Sugiyono mengatakan, saat ini pihaknya menunggu hasil pemeriksaan dari UKPBJ terkait berkas paket pekerjaan yang pihaknya unggah.

Ia pun berharap agar seluruh proyek yang diunggah sudah dapat masuk dalam proyek yang dilelang.

"Kami menunggu hasil pemeriksaan dari UKPBJ. Harapannya April ini sudah ada proyek kami sudah terlelang sehingga tidak molor," ujarnya, Kamis (18/4/2019).

Ia mengatakan, sebelumnya telah ada beberapa paket pekerjaan yang diunggah, namun dikembalikan kembali karena harus disesuaikan dengan Permen PUPR RI Nomor 7 Tahun 2019 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi melalui Penyedia dan Peraturan Presiden (PP) RI Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang-Jasa Pemerintah.

"Jika ada kekurangan dari berkas yang diunggah, akan segera diperbaiki untuk kemudian kami unggah kembali,” jelasnya.

Menurutnya, jika paket pekerjaan yang didaftarkan, baru dimasukkan lelang mendekati akhir tahun, akan banyak peserta lelang yang tidak berani ambil paket pekerjaan.

Karena, lanjutnya, mereka takut proyek yang dikerjakan tidak selesai tepat waktu dan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

"Pengalaman lalu, ada proyek yang terlambat dilelang. Sehingga waktu pengerjaannya harus dikebut. Terlebih jika paket dilelang mendekati akhir tahun, banyak peserta lelang tidak berani ambil bagian" tuturnya.

Sementara itu, Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Kendal Yanuar Fatoni mengatakan, ada beberapa berkas paket pekerjaan yang hendak dilelang terpaksa dikembalikan agar ditinjau ulang.

"Hal itu dikarenakan keluarnya Permen PUPR RI pada akhir Maret 2019. Maka, berkas harus disesuaikan," jelasnya. (Dhian Adi Putranto)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved