Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pati Bakal Relokasi PKL di Zona Merah

Sejumlah petugas dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati meninjau ulang lokasi relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL).

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pati Bakal Relokasi PKL di Zona Merah
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Kepala Bidang Perdagangan Disdagperin Kabupaten Pati Sutrisno (berbatik) meninjau ulang lokasi relokasi PKL, Kamis (18/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Sejumlah petugas dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati meninjau ulang lokasi relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) zona merah di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Perhutani Desa Puri, Kecamatan Pati, Kamis (18/4/2019).

Peninjauan ke tempat relokasi PKL yang kini bernama Pusat Kuliner Pati tersebut dilakukan dalam rangka menindaklanjuti keluhan sebagian PKL yang menganggap lokasi relokasi kurang representatif bagi penjaja jasa wahana permainan.

"Tadi pagi, ketika Disdagperin mengadakan rapat koordinasi dengan PKL dalam rangka persiapan teknis pengundian penempatan lokasi, ada keluhan mengenai tempat wahana permainan," ujar Kepala Bidang Perdagangan Disdagperin Kabupaten Pati Sutrisno setelah meninjau ulang lokasi relokasi.

Prakiraan Cuaca BMKG di Kabupaten Pati Hari Ini, Kamis 18 April 2019

Menurut Sutrisno, PKL yang menyediakan wahana permainan memang membutuhkan area cukup luas. Oleh karenanya, pihaknya akan melakukan penyesuaian.

"Kami memang menyiapkan tempat yang akan ditempati 414 PKL dari zona merah. Sebab sudah ada ketetapan bahwa mulai 22 April 2019, PKL sudah tidak diperkenankan berjualan di zona merah," ungkapnya.

Sutrisno menjelaskan, wilayah yang termasuk zona merah ialah Simpang Lima, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Pemuda, dan sebagian Jalan dr. Sutomo serta Jalan DR. Wahidin Sudirohusodo.

Selain mengenai tempat bagi wahana permainan, lanjut Sutrisno, PKL juga mengusulkan pembangunan musala dan adanya rotasi lapak berjualan.

"Mengenai permintaan adanya rotasi, kami serahkan pada Paguyuban PKL untuk mengaturnya secara mandiri," jelasnya.

Sutrisno mengatakan, pihaknya akan mengupayakan penyesuaian untuk menindaklanjuti usulan PKL. Sehingga, PKL dapat mulai berjualan di lokasi baru pada 22 April 2019.

Rencananya, Sabtu (20/4/2019) besok, pengundian lapak PKL akan dilaksanakan.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Simpang Lima Pati (Simpati) Thukul mengatakan, pihaknya memang meminta pihak Disdagperin meninjau ulang lokasi relokasi.

"Rencana Pemkab, kan, TPK Perhutani ini akan dijadikan pusat kuliner. Namun, perlu diperhatikan bahwa PKL, terutama di Simpang Lima, dagangannya tidak hanya makanan. Perlu diperhatikan penataan tempat bagi pedagang nonkuliner, khususnya wahana permainan," jelasnya.

Thukul mengatakan, sesuai permintaan pihaknya, malam ini tim Disdagperin akan mengukur wahana permainan di Alun-Alun Simpang Lima Pati.

"Perlu diukur panjang-lebarnya. Sebab wahana permainan, kan, tidak mungkin dipotong. Kami akan terus bersikap proaktif pada pemerintah daerah. Kami juga akan coba dulu, apakah hasil relokasi ini berhasil," tandasnya. (mzk)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved