Pembakar Satu Keluarga Divonis Mati Ajukan Banding, Ini Kata Keluarga Korban

Keluarga korban menanggapi upaya hukum banding yang diajukan dua terpidana mati pembakaran rumah di Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, Makassar.

Pembakar Satu Keluarga Divonis Mati Ajukan Banding, Ini Kata Keluarga Korban
Tribun Timur
Dua pelaku pembakaran rumah di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Muhammad Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22), divonis mati. Hasan Basri/Tribun Timur 

TRIBUNJATENG.COM, MAKASSAR - Keluarga korban menanggapi upaya hukum banding yang diajukan dua terpidana mati pembakaran rumah di Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan.

Muhammad Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22), divonis mati oleh Hakim Pengadilan Negeri Makassar, karena membakar rumah yang menewaskan satu keluarga di Panampu, beberapa bulan lalu.

"Saya belum dapat informasinya kalau dia banding.

Tapi kami sangat berharap mudah mudahan putusan tidak berubah," kata Amiruddin, salah satu keluarga korban, kepada Tribun, Jumat (19/4/2019).

Amiruddin mengaku perbuatan kedua pelaku tidak pantas diampuni.

Keduannya pantas untuk dieksekusi mati karena telah menghabisi nyawa enam orang keluarganya.

Keenam korban tersebut adalah Sanusi (70), Bondeng (65), Musdalifah (40), Fahri alias Desta (24), Namira Ramadina (21) dan Hijaz.

Mereka hangus dibakar oleh pelaku.

Muhammad Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22) mengajukan banding pada Kamis (18/04/2019) yang diwakili langsung oleh Kuasa Hukum dari Pos Bantuan Hukum, Herling .

Menurut Herling upaya banding diambil atas persetujuan langsung kedua terdakwa yang sementara mendekam di balik jeruji Rutan Kelas 1 Makassar.

Halaman
123
Penulis: muh radlis
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved