Sinau Bareng Cak Nun di Sam Poo Kong, Urusan Manusia di Dunia Beres Jika Orang Tak Melakukan 3 Hal

Pria yang kini berusia 65 tahun ini datang untuk mengajak masyarakat belajar budaya bersama di Klenteng Sam Poo Kong, Kamis (18/4/2019) malam

Sinau Bareng Cak Nun di Sam Poo Kong, Urusan Manusia di Dunia Beres Jika Orang Tak Melakukan 3 Hal
Tribunjateng.com/Hermawan Handaka
Ribuan warga masyarakat Semarang dan Jamaah Maiyah tumpah ruah memadati Klenteng Sam Poo Kong dalam acara "Sinau Bareng Cak Nun, Kiai Kanjeng Bersama Polda Jateng, Sam Poo Kong dan Tribun Jateng" yang belangsung Kamis (18/4) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Emha Ainun Najib atau yang kerap disapa Cak Nun, kembali hadir di Kota Semarang.

Pria yang kini berusia 65 tahun ini datang untuk mengajak masyarakat belajar budaya bersama di Klenteng Sam Poo Kong, Kamis (18/4/2019) malam.

Membawakan tema Peran Kebudayaan Nusantara Sebagai Penggerak Terciptanya Persatuan Nasional, Cak Nun tidak hanya berceramah. Melainkan mengajak delapan ribu penonton yang hadir untuk berdiskusi.

Diskusi yang dibawakan tak jauh dari nilai-nilai kehidupan sebagai warga negara, umat beragama, dan manusia yang tidak membeda-bedakan.

Pertama Cak Nun mengajarkan bagaimana memberikan salam bagi orang yang berbeda agama maupun kepercayaan.

Ribuan warga masyarakat Semarang dan Jamaah Maiyah tumpah ruah memadati Klenteng Sam Poo Kong dalam acara
Ribuan warga masyarakat Semarang dan Jamaah Maiyah tumpah ruah memadati Klenteng Sam Poo Kong dalam acara "Sinau Bareng Cak Nun, Kiai Kanjeng Bersama Polda Jateng, Sam Poo Kong dan Tribun Jateng" yang belangsung Kamis (18/4) malam. (Tribunjateng.com/Hermawan Handaka)

"Bagaimana kalau anda berucap Assalamualaikum kepada saudara konghucu, tetapi tetap dijawab Wei De Dong Tian? Setuju? Begitupun sebaliknya," ucapnya.

Cak Nun juga ingin seluruh orang yang hadir pada malam itu tidak pernah menyalahkan identitas orang lain.

Ia menganggap yang salah bukanlah orang tersebut Islam, Kristen, Hindu, Budha, Katolik, maupun agama apapun.

"Yang salah itu perilakunya. Jadi ketika orang berbuat salah, jangan dicap karena agamanya, karena sukunya, karena keluarganya, dan lainnya. Yang salah itu kelakuannya," beber Cak Nun.

Ia menambahkan, urusan manusia di dunia akan beres jika mereka tidak melakukan tiga hal.

Halaman
1234
Penulis: faisal affan
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved