Pemilu 2019

12 Petugas KPPS Meninggal Dunia di Jawa Barat, KPU Ungkap Penyebabnya

Sejumlah 12 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) di Jawa Barat meninggal dunia.

12 Petugas KPPS Meninggal Dunia di Jawa Barat, KPU Ungkap Penyebabnya
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
ILUSTRASI KPPS / Petugas KPPS TPS 38 Manahan melakukan proses penghitungan suara Pemilu Serentak 2019 di TPS 38 di Manahan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BANDUNG - Sejumlah 12 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) di Jawa Barat meninggal dunia.

Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Provinsi Jawa Barat Rifqi Alimubarok mengatakan, terlalu lamanya waktu penghitungan jadi sebab utama kejadian itu.

Rifqi menjelaskan, para petugas KPPS kelelahan lantaran rata-rata penghitungan suara baru selesai pukul 05.00 pagi.

Apalagi para petugas sebelumnya mesti begadang untuk menyiapkan TPS dan logistik.

"Berdasarkan hasil pantauan di lapangan rata-rata itu selesai jam 5 pagi, bahkan ada yang berlanjut sampai jam 12 siang. Karena belum selesai menyalin hasil formulir yang cukup banyak. Dan itu kan tanpa jeda, apalagi kemudian mereka kebanyakan mempersiapkan TPS di H-1 jadi, otomatis kan kelelahan," ungkap Rifqi saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Sabtu (20/4/2019).

Selain itu, kata Rifqi, banyak juga petugas yang terbaring sakit setelah pemungutan suara.

Hingga saat ini, ia masih melakukan pendataan terkait hal itu.

"Kan ada lima jenis pemilihan, berarti lima jenis formulir C1. Itu banyak itemnya hampir 20-30 lembar. Kali saksi 16 partai, kali DPD, tambah pengawas TPS untuk Bawaslu. Jadi Kalau komplit semua misalkan ada 50 set manual," tambah Rifqi.

Ia menjelaskan, proses rekruitmen petugas telah dilakukan sesuai prosedur.

Hanya, banyak warga yang enggan menjadi petugas KPPS lantaran honor yang tak sebanding.

Halaman
1234
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved