Bawaslu Kendal Minta Satu TPS Dilakukan Pemungutan Suara Ulang

Bawaslu Kendal meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kendal lakukan pemungutan suara ulang di satu TPS yakni TPS 02 Kelurahan Balok, Kecamatan Kendal.

Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Petugas PPK Kendal Kota menghitung dan mencatat rekapitulasi suara hasil Pemilu 2019, Jumat (19/4/2019). Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Bawaslu Kendal meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kendal lakukan pemungutan suara ulang di satu TPS yakni TPS 02 Kelurahan Balok, Kecamatan Kendal.

Hal itu setelah Bawaslu menemukan ada pelanggaran administrasi di TPS tersebut.

Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Kendal, Ubaidillah mengatakan pemberian rekomendasi pemungutan suara ulang itu dikarenakan pada TPS tersebut terdapat tiga pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT dan DPTb melakukan pemilihan suara.

"Setelah kami telusuri, tiga orang itu yakni warga Brebes,

mereka melakukan pemilihan di TPS 2 kelurahan Balok menggunakan KTP elektronik," tuturnya Sabtu (20/4).

Menurutnya tiga pemilih tersebut tidak memiliki hak pilih untuk melakukan pemilihan di TPS tersebut.

Namun oleh petugas TPS tiga warga tersebut diperkenankan untuk memilih dan mendapatkan surat suara.

"Jika warga dari luar daerah hendak melakukan pemilihan di suatu daerah maka harus melakukan pendaftaran DTPb dan nanti akan mendapatkan formulir A5,

dengan begitu maka baru diperkenankan untuk melakukan pemilihan," tambahnya

Ubaidillah mengatakan dalam kasus ini ketiga pemilih diizinkan untuk memilih oleh petugas TPS meski mereka tidak terdaftar dalam DPT dan DPTb.

Pihaknya pun memutuskan hal itu merupakan sebuah pelanggaran maka harus dilakukan pemungutan suara ulang pada TPS tersebut

"Seharus pemilih yang melakukan pemilihan menggunakan KTP elektronik hanya diperkenankan memilih di TPS yang berada dekat dengan alamat yang tercantum dalam KTP elektronik dan dilakukan setelah pukul 13.00," tuturnya.

Pihaknya pun memberikan batas waktu selama sepuluh hari setelah pemilihan umum kepada KPU untuk segera melakukan pemungutan suara ulang di TPS tersebut.

"Penyelidikan mendalam yang kami lakukan ketiga pemilih tersebut mempunyai data pribadi yang simpang siur.

Seperti NIK yang tidak terdaftar, nama yang tidak sesuai dan alamat TPS yang seharusnya dirinya memilih berbeda dengan DPT," jelasnya

Sementara itu, ketua KPU Kendal Hevy Indah Oktaria mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan rapat tindak lanjut atas rekomendasi yang dikeluarkan oleh Bawaslu.

"Kami akan rapatkan waktu dan teknis pelaksanaan pemungutan suara ulang di TPS tersebut," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved