Kisah Relawan Bencana di Banjarnegara, Rela Tinggalkan Keluarga dan Pekerjaan Demi Misi Kemanusiaan

Kabupaten Banjarnegara dikenal daerah rawan bencana, dari tanah longsor, gempa hingga gas beracun dan erupsi gunung berapi.

Kisah Relawan Bencana di Banjarnegara, Rela Tinggalkan Keluarga dan Pekerjaan Demi Misi Kemanusiaan
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Keseharian Sudarsono relawan kebencanaan Banjarnegara saat reparasi elektronik di rumahnya Desa Kalimandi Klampok 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA-Kabupaten Banjarnegara dikenal daerah rawan bencana, dari tanah longsor, gempa hingga gas beracun dan erupsi gunung berapi.

Khusus tanah longsor, bencana ini paling dominan terjadi.

Setiap musim hujan, berita mengenai pergerakan tanah di daerah ini hampir jadi konsumsi harian masyarakat.

Bencana yang kerap datang bertubi itu tentu butuh penanganan cepat.

BPBD Banjarnegara adalah instansi paling sibuk di antara lainnya saat bencana alam terjadi.

Tetapi, dengan jumlah petugas dan alat yang terbatas, BPBD tentu kewalahan melakukan penanganan.

Terlebih jika dampak bencana begitu luas.

Iya, di balik keberhasilan BPBD menangani kasus bencana alam, sejatinya ada peran relawan yang jumlahnya tak terbatas.

Bagi Sudarsono, warga Desa Kalimandi, Kecamatan Klampok Banjarnegara, bersedekah tak harus menggunakan uang.

Jika berderma harus dengan materi, orang berekonomi pas-pasan seperti dia akan kesulitan beramal.

Halaman
1234
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved