Tentukan Awal Ramadan, Badan Hisab Rukyah Agendakan Rukyatul Hilal 5 Mei Mendatang

Dalam rangka menetukan awal Ramadhan 1440 H, Badan Hisab Rukyah Kementerian Agama Republik Indonesia akan mengadakan rukyat.

Tentukan Awal Ramadan, Badan Hisab Rukyah Agendakan Rukyatul Hilal 5 Mei Mendatang
YOUTUBE
malam malam di bulan Ramadan 

TRIBUNJATENG.COM, Semarang – Dalam rangka menetukan awal Ramadhan 1440 H, Badan Hisab Rukyah Kementerian Agama Republik Indonesia akan mengadakan rukyat di berbagai titik pemantauan.

Hal itu dilakukan dengan cara mengamati posisi bulan baru atau hilal apakah sudah terlihat atau belum.

Hal tersebut dikatakan Slamet Hambali selaku Anggota Badan Hisab Rukyah RI dan Ahli Falak Nasional dari UIN Walisongo Semarang.

Menurutnya, pihaknya sebelumnya telah merumuskan penentuan awal ramadhan dengan metode hisab atau perhitungan.

Lebih lanjut, hasil musyawarah tersebut terangkum ke dalam sebuah jadwal imsakiah sebagai panduan masyarakat untuk menjalani puasa.

Sambut Ramadan, Warga 15 RW di Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang Lakukan Tradisi Nyadran

Meski begitu, pihaknya tetap akan melakukan rukyatul hilal untuk menentukan awal ramadhan pada tanggal 5 Mei mendatang.

“Untuk rukyat nanti kami akan mempersiapkan perhitungan selanjutnya datang ke titik pemantauan dengan menggunakan alat yang khusus dipergunakan untuk melihat hilal. Jadi bila nanti bulan baru sudah terlihat maka saat itu juga sudah memasuki satu Ramadhan,” ujar Slamet Hambali, Sabtu (20/4/2019).

Mengenai titik pemantauan di Jawa Tengah sendiri, Slamet menjelaskan bakal ada beberapa titik yang menjadi fokus untuk melihat bulan.

Beberapa titik tersebut meliputi Masjid Agung Jawa Tengah, Pelabuhan Kendal, Pantai Kartini Jepara, Pantai Alam Indah Batang, Pantai Karang Jahe Rembang, Pantai Ayah Cilacap dan masih banyak lainnya.

Pihaknya juga memperhitungkan mengenai faktor cuaca yang selama ini menjadi kendala dalam pemantauan hilal.

Menurutnya, jika cuaca baik maka posisi bulan baru akan terlihat dengan jelas.

Sebaliknya jika cuaca mendung apalagi sampai hujan turun, otomatis hilal tidak terlihat dan menunggu hasil dari tempat lain yang terlihat hilal tersebut.

"Kelemahan dari menggunaka metode rukyatul hilal adalah jika cuaca tidak mendukung. Kalau menggunakan hisab bisa dihitung tanpa mengkhawatirkan cuaca. Tapi nanti diusahakan jika memang cuaca buruk di Semarang, kami akan berkoordinasi dengan tempat lain apakah hilal sudah terlihat atau belum ditempat mereka," lanjutnya.

Dia juga menerangkan rencananya tanggal 29 Sya’ban atau 5 Mei pada Minggu petang akan diadakan rukyatul hilal penentuan satu Ramadhan dengan mengandeng berbagai pihak, baik dari ahli, organisasi masyarakat, maupun lembaga pendidikan seperti contohnya prodi Ilmu Falaq UIN Walisongo. (sam)

Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved