Hari Kartini, Bupati Pekalongan Ajak Generasi Milenial Lestarikan Budaya Samprohan
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengajak masyarakat dan kaum milineal untuk melestarikan kembali budaya samprohan atau rebana.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: suharno
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengajak masyarakat dan kaum milineal untuk melestarikan kembali budaya samprohan atau rebana.
Hal tersebut diungkapkan usai menghadiri peringatan Hari Kartini Ke-140 Tahun 2019 di alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (21/04/2019).
Menurut Asip penggunaan alat musik rebana adalah bentuk pelestarian budaya yang ada di Kabupaten Pekalongan.
Oleh karena itu, di momentum Hari Kartini ini budaya samprohan harus diangkat kembali.
• Bupati Pekalongan Asip Kholbihi Bersama 23.000 Kartini Bersholawat Bersama di Alun-alun Kajen
"Budaya samprohan sering sekali dimainkan oleh ibu-ibu di Kabupaten Pekalongan. Budaya bershalawat dan menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini terbanyak ini juga mencatat rekor muri Indonesia dengan peserta lebih dari 25 orang,"Kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi kepada Tribunjateng.com.
Tidak hanya itu pihaknya bersyukur dalam pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Pekalongan berjalan dengan damai, aman dan lancar.
Asip juga menyampaikan di era reformasi ini semangat kartini harus terus menyala guna menyemangati proses penbangunan dan kemajuan bangsa.
"Saya mengucapkan terimakasih kepada jajaran pengamanan dan penyelenggara baik dari Polres Pekalongan, Kodim 0710 Pekalongan, KPU Kabupaten Pekalongan, Bawaslu Kabupaten Pekalongan, Parpol dan masyarakat yang sudah bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan dalam Pemilu 2019,"imbuhnya. (dro)