Begini Duka KPPS Yang Hanya Dibayar Rp 500 Ribu

Pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 menyisakan ironi dan cerita menyedihkan.

Begini Duka KPPS Yang Hanya Dibayar Rp 500 Ribu
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
Ilustrasi/suasana pencoblosan di TPS Kecamatan Purwanegara Banjarnegara 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 menyisakan ironi dan cerita menyedihkan.

Puluhan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di berbagai daerah dilaporkan meninggal yang di antaranya diduga karena kelelahan.

Belum lagi mereka yang jatuh sakit hingga keguguran.

KPU pun mungkin tak pernah menyangka jika akan banyak anggotanya yang meninggal usai menjalankan tugas.

Pemilu 2019 ini memang paling berat dirasakan di banding Pemilu sebelum-sebelumnya.

Petugas harus bekerja lebih ekstra untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Beberapa hari menjelang pencoblosan, petugas KPPS sudah menggelar rapat dan berbagi tugas.

Mereka harus menyalin nama pemilih dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) ke surat undangan memilih (C 6) secara manual, lalu membagikannya ke pemilih maksimal H-3.

Belum lagi, mereka harus menyiapkan TPS dengan lima kotak suara untuk pelaksanaan Pemilu.

Alhasil, tahapan pra atau persiapan saja sudah cukup menyita tenaga, waktu juga pikiran.

Halaman
1234
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muh radlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved