Bikin Aplikasi Siaga Air Bersih, Mahasiswa UNS Raih Rp 175 Juta dari Kompetisi Startup Thinkubator

Dalam kesempatan tersebut, Ratih mempresentasikan karyanya berupa aplikasi Siaga Air Bersih (SIAB).

Bikin Aplikasi Siaga Air Bersih, Mahasiswa UNS Raih Rp 175 Juta dari Kompetisi Startup Thinkubator
IST
Mahasiswa Teknik Elektro UNS Solo Ratih Rachmatika mendapatkan kucuran dana investor dengan nilai Rp 175 juta melalui program Kompetisi Startup Thinkubator 

TRIBUNJATENG.COM, SURAKARTA — Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Ratih Rachmatika berhasil  mendapatkan kucuran dana investor dengan nilai Rp 175 juta melalui program Kompetisi Startup Thinkubator.

Dalam kesempatan tersebut, Ratih mempresentasikan karyanya berupa aplikasi Siaga Air Bersih (SIAB).

Ratih mengatakan bahwa untuk lolos menjadi enam besar dalam Kompetisi Startup Thinkubator bukanlah hal yang mudah.

Dia harus bersaing dengan 1.169 tim yang mengirimkan karyanya ke panitia.

Dari 1.169 tim, diambil 150 startup kemudian diseleksi secara online menjadi 6 startup.

“Alhamdulillah saya bersyukur akhirnya bisa masuk 6 besar,” kata Ratih.

Enam startup terpilih, melakuk an Live Pitch di depan juri pada Jumat (29/3/2019) kemarin.

Para startup terpilih harus berhasil meyakinkan para juri, dengan begitu mereka akan mendapatkan kucuran dana investor dengan nilai total hadiah Rp 3 miliar.

Adapun para juri utama dalam Live Pitch tersebut adalah Chairul Tanjung yang merupakan Chairman and Founder of CT Corp, Founder & CEO Tokopedia William Tanuwijaya dan Frederica Widyasari Dewi yang merupakan Presiden PT KSEI.

CEO SIAB, Ratih Rachmatika mengatakan, melalui alat ini ia ingin menuntaskan masalah kekeringan, biaya air tinggi dan masalah air lainnya.

"Kami memiliki tiga layanan utama yaitu SIAB monitoring, kami monitor ph, suhu air dan tinggi air. Kemudian siap recycle untuk mendaur ulang air secara langsung. SIAB akan memfiltrasi secara otomotasi satu liter dalam satu menit. ini sudah sesuai dengan standar Kemenkes," kata Ratih.

Ratih menambahkan, SIAB ini memiliki layanan notifikasi real time dan bisa langsung diakses oleh operator.

“Kami memiliki dua bisnis model yaitu pemasangan alat kepada pengguna dan iuran desa. Pihaknya tidak hanya bicara soal bisnis tapi juga membantu masalah air di Indonesia,” ujarnya.

Ratih menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan terhadap alat ini.

“Jadi dana yang saya peroleh melalui kompetisi ini akan digunakan untuk pengembangan,” pungkasnya. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved