Pilpres 2019

Dahnil Pertanyakan Analisis TKN soal Data Real Count BPN: Ini Masih Pengumpulan C1

Dahnil Anzar Simanjuntak, mempertanyakan pernyataan pihak TKN Joko Widodo-Maruf Amin yang menganalisis data real count Prabowo-Sandiaga.

Dahnil Pertanyakan Analisis TKN soal Data Real Count BPN: Ini Masih Pengumpulan C1
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, mempertanyakan pernyataan pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin yang menganalisis data real count Prabowo-Sandiaga.

Dahnil pertanyakan ungkapan Wakil Direktur Saksi TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Lukman Edy, yang menyebut BPN hanya mengambil sampel TPS yang hasil penghitungannya pasangan 02 menang hingga deklarasi menang dengan 62 persen suara.

Menurut Dahnil, pihaknya masih mengumpulkan formulir C1 terkait real count Pemilihan Presiden 2019.

"Ini sedang proses sekarang. Jadi mereka nganalisis apa? Wong sedang proses. Jadi ini sedang proses pengumpulan C1. Jadi mereka analisis pakai apa? Enggak pakai data kok pakai analisis," ujar Dahnil di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019).

Klaim Peroleh 62 Persen dan Menangi Pilpres 2019, Prabowo Subianto Sujud Syukur

Menurut Dahnil, BPN akan terus mengawal hasil rekapitulasi penghitungan suara untuk mengantisipasi potensi dugaan kecurangan.

Selain itu, BPN masih mengumpulkan bukti-bukti terkait kecurangan yang ia sebut terstruktur, sistematis, dan masif.

"Yang pasti BPN akan terus bekerja memastikan akumulasi suara itu terakumulatif dengan benar. Kemudian kedua fakta-fakta kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif itu bisa kami tampakkan," kata Dahnil.

Pernyataan TKN

Sebelumnya, Lukman Edy menyatakan, Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya mengambil sampel TPS yang hasil penghitungannya pasangan 02 menang.

Hal itu disampaikan Lukman menanggapi pernyataan Prabowo bahwa ia unggul dengan meraih 62 persen suara.

Ia mengatakan, keanehan itu terlihat dari data BPN yang menyatakan Prabowo-Sandi unggul di Lampung dan DKI Jakarta.

Halaman
12
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved