DLH Pastikan Tidak Ada Sapi di TPA Jatibarang Tahun 2019 Ini

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang memastikan tidak akan ada sapi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang pada 2019 ini.

DLH Pastikan Tidak Ada Sapi di TPA Jatibarang Tahun 2019 Ini
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Ribuan sapi mencari makan di tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kelurahan Kedungpane, Mijen, Kota Semarang, Jateng, Minggu (6/10/2013). Jelang hari raya Qurban masyarakat cemas akan sapi yang mengandung zat besi karena kandungan makanan dari sampah. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang memastikan tidak akan ada sapi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang pada 2019 ini.

Kepala DLH Kota Semarang, Muthohar mengatakan, pihaknya akan merelokasi sapi-sapi yang ada di TPA Jatibarang. DLH akan menyediakan tempat tersendiri yang dilengkapi dengan rumput dan air agar sapi tidak mengonsumsi sampah yang menggunung di TPA.

"Sapi sangat membahayakan jika itu dikonsumsi masyarakat, pasti daging tidak sehat. Kami upayakan agar sapi jangan sampai sapi masuk ke TPA," kata Muthohar, Senin (22/4/2019).

Dia membeberkan, saat ini sapi milik warga dukuh Bambankerep, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen yang berada di area TPA Jatibarang sekitar 2.000 sapi. Sapi tersebut berkeliaran di TPA Jatibarang yang memiliki luas sekitar 46 hektar.

Masih adanya sapi yang berkeliaran dan beberapa pemulung di TPA Jatibarang membuat Kota Semarang gagal mendapatkan Adipura tahun 2018 lalu.

"Kami tidak mendapatkan adipura tahun 2018. Sebenarnya semua indikator sudah bagus nilainya. Hanya saja, kekurangannya ada di TPAnya. TPA memang seharuanya bebas dari sapi maupun pemulung. Kami akan upayakan ke depan, mudah-mudahan tahun 2019 Kota Semarang akan mendapat adipura," terang Muthohar.

Diakuinya, DLH sudah terus menerus melakukan sosialisasi kepada para pemilik sapi agar tidak melepas sapi-sapi tersebut ke TPA. Warga Babankerep juga siap tidak melepas sapi mereka ke TPA asalkan disediakan tempat bagi sapi untuk mencari makan.

"Semua warga welcome, dalam arti mendukung upaya Kota Semarang tahun 2019 mendapatkan adipura. Nanti kami akan berikan semacam batas khusus sapi tidak boleh masuk TPA," imbuhnya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved