Hari Bumi, Sejumlah Orang Unjuk Rasa di Depan Gedung DPRD Jateng: Banyak Penambangan Liar

Peringati Hari Bumi, sejumlah orang melakukan aksi di depan Gedung DPRD Jawa Tengah terkait banyaknya aktivitas penambangan liar.

Hari Bumi, Sejumlah Orang Unjuk Rasa di Depan Gedung DPRD Jateng: Banyak Penambangan Liar
Tribunjateng/Moch Saifudin
Abdul Ghofar, Koodinator advokasi Walhi Jateng. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Terdapat puluhan perusahaan tambang ilegal di Jawa Tengah yang dibiarkan beroperasi sampai saat ini.

Hal tersebut diungkapakan Abdul Ghofar, koordinator aksi dalam peringatan Hari Bumi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Jawa Tengah), Senin (22/04/2019).

Dalam aksi tersebut aliansi aksi meminta Pemerintah untuk tegas menangani perusahaan tambang ilegal.

Lanjutnya, ia menekankan, sudah seharusnya untuk menutup dan memberikan sanksi kepada perusahaan tambang yang tidak memiliki izin resmi.

"Jangan asal disidak saja, setelah satu minggu sudah beroperasi lagi," jelas koordinator advokasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Jateng itu.

Warga Bantarkawung Temukan Jasad di Pinggir Sungai Pemali Brebes, Korban Pamit Memancing

Aliansi aksi gabungan tersebut menyoroti perusahaan tambang yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Perusahaan Tambang Ilegal (Peti).

Ia memberikan data ke Pemerintah Kota Jawa Tengah terdapat tiga titik Peti di tiap wilayah kota. Yaitu, di Pati, Pemalang, dan Brebes.

Ia melanjutkan, pertama, terdapat puluhan tambang batu gamping di Kota Pati, yaitu Sukolilo, Kayen, dan Tambakromo.

"Setelah pabrik semen di Pati tidak jadi berdiri, muncul tambang-tambang kecil yang salah satunya di Sukolilo tambang batu gamping sebagai bahan pembhatan semen. Tambang ilegal tersebut kemudian menjadi pemasok pabrik semen lainnya, misalkan Pabrik Semen di Rembang atau Pati. Selain itu ia juga menyayangkan kejadian longsor yang menyebabkan korban jiwa di tambang Sukolilo (18/4/2019) tersebut. Tambang tersebut terletak di belakang Polsek Sukolilo, kenapa masih diarkan," jelasnya.

Kedua, Pemalang, terdapat tiga Peti di bantaran sungai Comal, yaitu Desa Semingkir dan Wisnu.

Halaman
1234
Penulis: Moch Saifudin
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved