Sempat Jadi Imam Masjid, Anggota KPPS di Banjarnegara Meninggal

Anggota KPPS di TPS 5 itu dinyatakan meninggal, Kamis malam (18/4). Meninggalnya Sugiharjo bukan hanya melahirkan pilu bagi keluarga yang ditinggalkan

Sempat Jadi Imam Masjid, Anggota KPPS di Banjarnegara Meninggal
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
suasana pencoblosan di TPS Kecamatan Purwanegara Banjarnegara 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG COM, BANJARNEGARA - Duka mendalam menyelimuti keluarga Sugiharjo, di Desa Pingit Lor Kecamatan Pandanarum Kabupaten Banjarnegara.

Anggota KPPS di TPS 5 itu dinyatakan meninggal, Kamis malam (18/4).

Meninggalnya Sugiharjo bukan hanya melahirkan pilu bagi keluarga yang ditinggalkan. KPU pun berduka karena dia meninggal usai menjalankan tugas negara sebagai KPPS.

Pemilu 2019 kali ini memang dirasakan lebih berat di banding Pemilu sebelumnya. Pasalnya, Pemilu Legislatif dan Pilpres dilaksanakan dalam waktu bersamaan dengan lima kotak suara di TPS.

Ini menuntut penyelenggara Pemilu hingga KPPS harus bekerja ekstra. Wajar saja, rata-rata KPPS di Kabupaten Banjarnegara baru dapat menyelesaikan pekerjaannya dini hari hingga pagi hari.

Tak beda dengan TPS lain, TPS 5 Desa Pingit Lor tempat Sugiharjo bertugas pun harus lembur sampai dini hari untuk menyelesaikan perhitungan suara.

Komisioner KPU Banjarnegara M Syarif SW menceritakan, selesai pekerjaan yang melelahkan itu, Sugiharjo pulang ke rumah.

Ia sempat mengeluh tak enak badan sehingga butuh istirahat. Siang hari, dia pun masih sempat beraktifitas ke ladang kemudian pulang.

Hingga Magrib tiba, Sugiharjo yang sehari-hari menjadi imam masjid masih sempat memimpin salat Magrib di kampunya.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved