Breaking News:

Damkar Kota Pekalongan Wacanakan Tambah Unit Pemadam Mobile untuk Masuk ke Pemukiman Padat

Unit kendaraan mobil tersebut nantinya akan digunakan untuk masuk ke dalam pemukiman padat penduduk yang tidak dapat dijangkau truk Damkar

Penulis: budi susanto | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Sejumlah relawan dan petugas dari Damkar Kota Pekalongan, ikuti sosialisasi peningkatan kinerja pemadam kebakaran, dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran di ruang Jatayu Setda kota Pekalongan, Selasa (23/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemadam Kebakaran Kota Pekalongan wacanakan adanya penambahan unit pemadam mobile.

Unit kendaraan mobil tersebut nantinya akan digunakan untuk masuk ke dalam pemukiman padat penduduk yang tidak dapat dijangkau truk Damkar.

Adapun Sri Budi Santosa Kasatpol PP Kota Pekalongan yang membawahi unit Damkar, menuturkan, penambahan unit Damkar mobil masih dalam wacana.

"Keterbatasan jumlah anggota Damkar, dan padatnya pemukiman yang rawan akan terjadi kebakaran, membuat para relawan mengusulkan adanya kendaraan mobile, bisa jadi nantinya ada kendaraan roda dua atau tiga yang memiliki tangki air untuk memadamkan api," katanya usai menghadiri sosialisasi peningkatan kinerja pemadam kebakaran, dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran di ruang Jatayu Setda kota Pekalongan, Selasa (23/4/2019).

Ia mengakui baik unit kendaraan dan anggota pemadam kebakaran di Kota Pekalongan sangat terbatas.

"Kalau jumlah anggota Damkar ada sekitar 24 orang, sedangkan unit kendaraan ada empat dan yang bisa digunakan hanya dua kendaraan dengan kapasitas tangki 5000 liter dan 3000 liter," paparnya.

Selain itu, Budi menjelaskan, adanya perlintasan kereta api di tengah Kota Pekalongon menjadi kendala tim pemadam kebakaran.

"Karena intensitas kereta yang melintas padat, padahal kendaraan pemadam harus sampai di lokasi kebakaran secepatnya mungkin. Tak jarang kendaraan pemadam harus berhenti menunggu kereta melintas," ujarnya m

Untuk itu, dilanjutkan Budi, Damkar harus difasilitasi dengan pos yang selama ini masih hanya ada satu di Jalan Tentara Pelajar Pekalongon Utara.

"Kami akan koordinasi untuk penambahan pos, beserta sarpras dan anggota yang bertugas di Pekalongan sisi selatan, agar tim pemadam bisa bergerak cepat jika terjadi kebakaran tanpa harus menunggu kereta melintas," kata Budi

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, mengakui adanya keterbatasan anggaran, yang mengakibatkan jumlah anggota dan unit kendaraan padam kebakaran terbatas.

"Untuk itu, Pemadam Kebakaran Kota Pekalongan akan dibantu para relawan, di mana hari ini dilakukan pertemuan," imbuhnya.

Ia menambahkan, edukasi terkait penanggulangan kebakaran di lingkungan padat penduduk wajib dilakukan oleh Damkar

"Yang sangat rawan adalah di pemukiman padat penduduk karena tak jarang satu tembok untuk dua rumah, jika ada kebakaran bisa merambat ke rumah sebelahnya. Untuk itu edukasi penanganan kebakaran sangat penting diberikan ke masyarakat yang tinggal di pemukiman padat penduduk," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved