KPK Tersangkakan Dirut PLN Atas Kasus Dugaan Suap Pembangunan PLTU Riau-1

Penetapan tersangka tak terlepas dari sejumlah pertemuan dan kesepakatan yang melibatkan Sofyan untuk memuluskan proyek tersebut.

KPK Tersangkakan Dirut PLN Atas Kasus Dugaan Suap Pembangunan PLTU Riau-1
Kompas
Dirut PLN Sofyan Basir 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau-1.

Penetapan tersangka tak terlepas dari sejumlah pertemuan dan kesepakatan yang melibatkan Sofyan untuk memuluskan proyek tersebut.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/4/2019) mengatakan, dalam proses penyidikan, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup tentang keterlibatan Sofyan (SFB) dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1.

Sofyan diduga telah membantu mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Eni Maulani Saragih, dan pengusaha, Johannes Budisutrisno Kotjo, terkait kesepakatan kontrak kerja sama proyek tersebut.

“Di Pasal 55 (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), nanti akan ditegaskan seperti apa peran si A dan si B dalam kasus ini. Dalam hal ini, tak ada keraguan kami, bagaimana di situ dijelaskan kronologis yang melibatkan SFB, ada beberapa kali pertemuan, memutuskan, menyarankan, sehingga ada proyek ini,” ujar Saut di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Dalam kasus itu, Sofyan diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHO atau Pasal 56 ayat ayat 2 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Perkara PLTU Riau-1 diduga bermula sejak Oktober 2015 lalu saat Direktur PT Samantaka Batubara bersurat kepada PLN yang pada pokoknya memohon agar PT PLN memasukkan proyek tersebut ke dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN. Namun, tak ada tanggapan positif atas surat itu.

Kotjo pun sebagai pemegang saham Blackgold Natural Resources (BNR) Limited mencari bantuan agar diberikan jalan untuk berkoordinasi dengan PT PLN supaya mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Mulut Tambang Riau-1. Dari situ, sejumlah pertemuan terjadi antara Sofyan, Eni, dan Kotjo. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.id dengan judul KPK Tetapkan Direktur PLN Sofyan Basir Jadi Tersangka

Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved