Sinung Meminta Pengelola Home Stay di Salatiga Utamakan Kebersihan

Kepala Disporapar Jateng Sinung Nugroho Rahmadi mengatakan selama ini masih banyak dijumpai para pengelola home stay

Sinung Meminta Pengelola Home Stay di Salatiga Utamakan Kebersihan
M naifiul Haris
Kadisporapar Jateng Sinung Nugroho Rahmadi menyerahkan bantuan kepada perwakilan pengelola home stay dalam acara Bimbingan Teknis Bagi Pengeloa Home Stay di Hotel Grand Wahid Salatiga, Selasa (23/4/2019). TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA -- Dalam rangka meningkatkan kemampuan pelayanan khususnya dalam pengelolaan penginapan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Jateng Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng memberikan bimbingan teknis kepada ratusan pengelola home stay di Jateng.

Kepala Disporapar Jateng Sinung Nugroho Rahmadi mengatakan selama ini masih banyak dijumpai para pengelola home stay kurang dalam mengemas promosi tempat penginapan mereka secara menarik agar diminati wisatawan.

“Mengemas suatu hal agar dapat laku dan mudah dijual itu tidak mudah. Syaratnya selain mudah diakses dengan pemanfaatan teknologi juga harus ekonomis. Tidak lupa seorang pengelola mampu memberikan kesan kepada tamu agar kembali menginap. Jadi titik poin dari Bintek kali ini itu dan pemahaman hak kekayaan intelektual terhadap potensi pariwisata,” terangnya kepada Tribunjateng.com seusai membuka secara resmi acara Bimbingan Teknis Bagi Pengeloa Home Stay di Hotel Grand Wahid Salatiga, Selasa (23/4/2019)

Menurut Sinung, selama masih terdapat beberapa kendala utamanya pemahaman oleh sebagian pengelola penginapan bahwa bersih itu adalah suatu hal yang wangi. Padahal kata dia, bagi para wisatawan terutama mancanegara tidak demikian, tetapi bersih dalam arti sangat terawat.

Dikatakannya, dengan Bintek yang ada kali ini diharapkan dapat menambah wawasan peserta dimana mereka adalah pengelola home stay dari berbagai daerah wisata di Jateng.Yang kedua kata dia, syarat harus dipenuhi ialah mengutamakan keramah tamahan kepada pengunjung.

“Tidak pasti mereka pengelola itu mampu berbahasa asing, meskipun itu juga lebih baik. Hanya saja keramah tamahan lebih diutamakan bersama kebersihan. Karena saya yakin para turis itu memahami bahasa tubuh kita semua,” katanya

Ia menambahkan, pengelola home stay juga diminta memanfaatkan kanal promosi melalui media sosial agar semua orang mengetahu jasa atau barang yang ditawarkan kepada calon konsumen.

Sinung meyakini, sudah bukan masanya lagi sekarang belajar tentang definisi tetapi prosesnya seperti apa dan praktik lapangannya harus secara serius dipahami. Saat bersamaan dia berpesan supaya para narasumber selama Bintek juga menyampaikan hal serupa.

“Hal itu berlaku apakah bagi penggiat pariwisata atau penyedia layanan supaya tidak berkutat pada definisi begini dan begitu tapi langsung praktikkan. Jika ada masalah jangan ragu sampaikan kepada dinas terkait,” jelasnya

Pada kesempatan tersebut diserahkan secara simbolis beberapa bantuan fasilitas bagi pengelola home stay ada berupa dispenser dan selimut. Turut hadir sejumlah narasumber diantaranya Eko Suseno Matruti akademisi UKSW, kemudian Fajar Budilaksono dan Aris Widiarto seorang praktisi pariwisata, lalu Iin Indah konsultan branding. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved