Buka Tujuan Wisata Baru, Disporapar Jateng Bakal Gandeng Perguruan Tinggi

“Tahun ini mulai kami rintis, dengan melihat potensi lokal desa dan memiliki daya wisata berkelanjutan

Buka Tujuan Wisata Baru, Disporapar Jateng Bakal Gandeng Perguruan Tinggi
tribunjateng/deni setiawan
Swimming pool di Agrowisata Salatiga 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Jateng sesuai target tahun ini sebanyak 800 ribu orang, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng akan menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi (PT) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kadisporapar Jateng Sinung Nugroho Rahmadi saat ditemui seusai membuka acara Bimtek Pengelola Home Stay Selasa (23/4/2019) kemarin mengatakan, tahun ini pihaknya berfokus membuka tujuan wisata baru bersifat lokal pada desa-desa yang ada di Jateng.

“Tahun ini mulai kami rintis, dengan melihat potensi lokal desa dan memiliki daya wisata berkelanjutan.

Kami akan menggandeng perguruan tinggi baik swasta maupun negeri memanfaatkan program KKN mereka,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (23/4/2019) di Hotel Grand Wahid Salatiga

Menurut Sinung, secara umum gambaran awal para mahasiswa peserta KKN tersebut tidak bertugas membuka destinasi baru sampai laku dijual kepada wisatawan.

Tetapi, mereka sekadar menciptakan embrionya saja seperti pendirian kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Dikatakannya, melalui Pokdarwis tersebut diharapkan muncul kesadaran masyarakat akan potensi desanya masing-masing. Selanjutnya kata dia, pemerintah tinggal meneruskan dengan sejumlah stimulasi baik berupa pendanaan maupun pendampingan secara berkelanjutan.

“Apabila itu berhasil, coba bayangkan ada berapa banyak desa wisata dalam setiap tahun dengan rutinitas setiap perguruan tinggi yang melakukan KKN. Sejauh ini Upgris mengaku telah siap, lalu secara lisan Undip, kemudian Unnes dan itu semua tinggal eksekusinya saja,” katanya

Ia menambahkan, pada tahun ini berfokus kerja bareng mengembangkan potensi wisata dengan Upgris dan diharapkan tahun 2020 seluruh perguruan tinggi di Jateng turut berkontribusi. Mengenai lokasi, sepenuhnya diserahkan kepada otoritas kampus masing-masing.

Pihaknya menyatakan, target utama Disporapar ialah pada daerah-daerah di Jateng yang selama ini dianggap masih dalam kategori miskin. Lewat munculnya destinasi wisata baru harapannya ekonomi masyarakat dapat lebih baik dan otomatis angka kemiskinan mulai berkurang.

“Namanya daerah dalam warna merah, nanti kami koordinasikan dengan PT. Sehingga daerah awalnya zona merah, jadi kuning dan kemudian hijau. Saat ini di Jateng ada 14 Kab/Kota masuk kategori miskin diantaranya Banjarnegara, Blora, Cilacap,” jelasnya

Sinung menegaskan, dengan pariwisata lokal desa yang hidup desa atau daerah awalnya dikenal miskin menjadi tidak miskin atau semula tidak dikenali selanjutnya banyak orang tahu. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved